Banner Event

“Kami ASN Dibayar Oleh Negara Bekerja untuk Negara Bukan Babu Keluarga”

AKSI unjuk rasa yang digelar oleh para pegawai Kemendikti Saintek (Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi) di lobi utama kantor kementerian ini pada Senin (20/1-2024), merupakan puncak kegalauan anak buah Menteri Satriyo Soemantri Berodjonegoro yang dinilai arogan dan tak beradab.

Main pecat, main tampar, dan membentak-bentak adalah sepak terjang yang membuat gelisah dan menakutkan, sehingga bekerja tidak dengan tenang.

Peristiwa pemecatan yang menimpa ASN Neni Helina, terkesan harapan mengunci kecemasan rekan-rekannya yang lain.

Neni menyeritakan, pokok pangkal kejadian benarnya soal sepele, soal penggantian meja kerja di ruangan sang menteri. Pak Menteri memarahinya, karena belum ada penggantian meja kerja di ruangannya.

Permintaan itu, kata Neni setelah dilantik sebagai Mendiktisaintek, 20 Oktober 2024. Permintaan penggantian meja kerja tersebut datangnya dari Silvia Ratnawati, isteri Pak Menteri Satryo.

“Waktu itu istrinya  ke kantor, habis pelantikan kita beres-beres, suruh ganti meja kerja Pak Satryo,” tutur Neni.

Satryo sempat mengeluarkan kata-kata ancaman; “Sekali lagi kamu buat kesalahan, saya pecat kamu”.

Pada Jumat (17/1-2025) sore, dirinya mengaku tiba-tiba diusir keluar ruangan kerja pegawai oleh pimpinan tertinggi di Kemdikti Saintek. 

“Tiba-tiba pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami, dan di hadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen. Saya keluar dan salat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (20/1-2025).

Dilanjutkan Neni, dirinya masih ingat kala itu sebelum berganti pimpinan, timnya diarahkan untuk memberi pelayanan yang baik kepada pimpinan-pimpinan baru. Dia mengklaim pihaknya langsung siap melayani pimpinan baru. 

“Terutama penanggung jawab rumah tangga. Saya, dengan urusan-urusan rumah tangga kantor saja, bukan urusan bidang substantif pendidikan tinggi,” urainya. 

Bahkan, Neni mengungkapkan Satryo memintanya pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Ya saya disuruh ke Dikdasmen, pokoknya keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu,” ungkap Neni.

Pemecatan itu, kata Neni, bahkan diucapkan oleh Satryo di depan para staf Kemendiktisaintek dan magang.

“Cuma maksudnya sudah keterlaluan saja di depan anak magang, di depan staf-staf saya,” ucap Neni.

Dirinya berharap aksi dari Paguyuban Pegawai Dikti hari ini dapat mencegah kasus serupa yang terjadi kembali ke pegawai lain.

“Saya tidak ingin kejadian ini berulang terjadi. Jadi teman-teman saya itu bekerja dalam mencekam ketakutan. Jadi tidak ingin ada Neni-Neni yang lain, yang semena-mena disuruh  pergi begitu saja,” pungkasnya.

Sepandoek lainnya bertuliskan “Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri.” ***

Comments
Loading...