Banner Event

Respons Ulama Terkait Larangan Pawai Tatung Cap Go Me 2025 di Pontianak

SEPERTI diberitakan terdahulu, ketentuan tersebut diputuskan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Adhe Hariadi, SIK., MH dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2025, Rabu (22/01-2025).

Ketentuan yang telah diputuskan pihak berwenang tersebut direspons positip oleh publik, khususnya dari kalangan pemuka agama Islam.

Menurut Ustadz Drs.H.Mar’ih, M.Pd.I, ketentuan yang disampaikan oleh Kapolresta Pontianak – Kombes Adhe Hariadi, SIK., MH, tepat!

Meskipun Kapolresta Pontianak tidak menyebutkan secara spesifik alasan menentukan penyegahan kegiatan pawai tatung dimaksud, namun Ustadz Mar’ih yang sehari-harinya pendidik Agama Islam pada sebuah SMA Negeri di Pontianak ini menyatakan responsifnya.

“Tapat sekali, saya mengapresiasinya”, ujar Ustadz Mar’ih.

 “Jangan pula disangka saya cari muka, saya tak kenal siapa dia”, (Kapolres Adhe)”, imbuh Pak Ustadz ini.  

Ustadz Mar’ih menilai ada dua sisi yang membuatnya menyebut ketentuan Kapolres Ahie Hariadi itu tepat.

Pertama soal kewenangan, tentu pada sisi keamanan dan ketenteraman masyarakat yang perlu dijaga, apalagi di tengah mulai maraknya aksi begal di kota ini. Jadi keramaian pawai tatung di tengah kota patut diantisipasi dari segala kemungkinan yang tak diingini.

Kedua, soal timing.

“Timing yang saya maksud, Imlek yang bertepatan dengan 29 Januari 2025, Rabu ini, dan Cap Go Me yang dirayakan pada hari ke limabelas Imlek, berada dalam suasana umat Islam memperingati Isra’ Mikrad Nabi Muhammad Salullahualaihi Wasalam pada 26 Rajab 1446 Hijriyah bertepatan dengan 26 Januari 2025.  Suasana ini terus diperingati sepanjang bulan Rajab ini. Jadi jangan timing atau waktu yang bentrok ini menimbulkan bentrok-bentrok lain yang tidak diingini,” tutur Ustad Mar’ih.

“Saya kira, warga Tionghoa pun mengerti. Ambil manfaatnya demi keamanan dan ketentraman masyarakat. Lakum dinukum waliadin sajalah, agamamu milikmu – agamaku milikku. Saling menghormati sajalah, apalagi pawai tatung, naga, dan barongsai, itu kan cuma budaya, bukan ritual agamanya”, pungkas Ustadz Mar’ih yang dihubungi AKSIBORNEO, Senin (27 Januari 2025) usai salat subuh di Masjid Alfalah kota Pontianak.*

Comments
Loading...