Banner Event

Keistimewaan Nisfu Sya’ban dan Dosa yang Menghalangi Ampunan Allah

SEBAGAI malam yang memiliki kedudukan khusus, Nisfu Sya’ban dipercaya membawa banyak keutamaan, salah satunya adalah kesempatan untuk memperoleh pengampunan dosa bagi orang-orang beriman.

Oleh sebab itu, malam ini juga disebut sebagai Lailatul Maghfirah, yang berarti malam penuh ampunan.

Mengingat tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan, kesempatan mendapatkan pengampunan dari Allah menjadi hal yang sangat dinantikan.

Maka dari itu, malam Nisfu Sya’ban sering dimanfaatkan oleh umat Muslim untuk memperbanyak doa, memohon ampun, dan meningkatkan ibadah.

Namun, meskipun Allah membuka pintu ampunan di malam tersebut, terdapat beberapa jenis dosa yang menjadi penghalang dari rahmat-Nya. Apa saja dosa-dosa tersebut?

Menurut NU Online, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:

     مُشاحِنٍ يطَّلِعُ اللهُ إلى جَمِيْعِ خَلقِه ليلةِ النِّصفِ مِن شعبانَ فيغفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِه إلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ

“Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu mengampuni mereka kecuali orang yang melakukan syirik dan orang yang bermusuhan.” (HR. At-Thabrani dan Ibnu Hibban dari Mu‘adz bin Jabal).

Hadis ini menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam penuh ampunan, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah sunnah, seperti sholat dan dzikir.

Namun, ada dua golongan yang tidak mendapatkan ampunan Allah, yaitu mereka yang menyekutukan-Nya (syirik) dan mereka yang memiliki sifat munafik yang menyebabkan perpecahan.

Meskipun hadis ini berstatus dha’if (lemah), mayoritas ulama, termasuk Imam An-Nawawi, berpendapat bahwa hadis semacam ini tetap bisa diamalkan dalam konteks keutamaan amal (fadhâilul a’mâl), karena kelemahannya tidak terlalu parah.

Dosa Zina

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki juga menambahkan bahwa dosa-dosa besar, seperti zina, tidak akan diampuni pada malam-malam istimewa seperti Nisfu Sya’ban maupun malam-malam penuh pengampunan lainnya.

Beliau menekankan bahwa dosa-dosa besar harus dihindari sepanjang waktu, terutama di malam-malam yang mulia seperti Nisfu Sya’ban, bulan Ramadhan, dan bulan-bulan suci lainnya (asyhurul hurum).

Pendapat ini didukung oleh hadis riwayat Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa’i, di mana Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dosa yang paling besar. Rasulullah menjawab:

  1. Menyekutukan Allah (syirik), yaitu memperlakukan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah yang telah menciptakan manusia.
  2. Membunuh orang tua, karena takut mereka akan ikut makan bersama.
  3. Melakukan zina dengan istri tetangga.

Hadis ini menegaskan bahwa perbuatan seperti syirik, membunuh, dan zina termasuk dalam dosa besar yang harus dihindari, terutama di malam-malam yang penuh rahmat dan ampunan.*Centrea

Comments
Loading...