Banner Event

Astarfirullah, 80 Ton Bantuan Bencana Dikabarkan Hilang di Bener Meriah, Aceh

GUBERNUR Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa dengan nama Mualem menyatakan kekecewaan.

“Saya dengar berita, berita burung, ada 80 ton (bantuan) hilang entah kemana. Kita turunkan semua di Bener Meriah, banyak donatur-donatur yang menyumbangkan, tetapi ya seperti itu, tidak tepat kepada sasaran,” katanya saat konferensi pers di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (10/12-2025) malam.

Namun demikian, Mualem menyebut, dirinya akan memeriksa kembali soal kebenaran di balik kabar kehilangan tersebut. “Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung, tidak kita percaya kan. Nanti bersama-sama ini ada Pak Pangdam, ada Pak Polisi apakah betul atau tidak,” terangnya.

Sebelumnya banyak kalangan seperti dari kalangan influencer/selebritis terjun ke kawasan bencana di Aceh. Diketahui dari beberapa video viral dari warga net yang beredar, bahwa kedatangan mereka membawa bantuan mengalami hambatan dari kalangan resmi pemerintah daerah (kabupaten) bersangkutan.

Relawan tidak diperkenankan menyalurkan bantuan langsung kepada korban,  kalau belum punya izin resmi Dinas Sosial. Namun, relawan menolak karena urusan birokrasi lama dan berbelit-belit. Lagipula diragukan sampai ke tangan pihak yang berhak.

Untuk mendapatkan bantuan, korban harus memperlihatkan KTP dan KK. Padahal diketahui sudah tak punya apa-apa termasuk kartu-mengartu yang ikut dilanda banjir tentunya.

“Korban bisa sudah sempat mati”, narasi pada sebuah video mengecam.

“Mau berbuat baik saja kok diblokir-blokir gitu”, komentar warga net di sebuah grup WA.

Pada tangkapan layar video viral yang ditayangkan TikTok berdurasi 31 detik, terlihat dua wanita sedang berdebat dengan seorang pria, yang terdengar disebut “Pak Camat”.

“Saya paham, tapi saya tidak mau kasi camat. Tapi saya harus turun sendiri”, kata Ibu berhijab dan berpakaian serba hitam duduk di kursi plastik serta memegang alat komunikasi HT dengan nada keras.

“Tidak ada masalah, tapi apakah sanggup ibu sendiri?” tanya Pak Camat berkaos merah dengan nada keras pula.

Si ibu berpakaian hitam lantas berdiri dan menurunkan nada suaranya. “Begini pak, donasi orang banyak. Yang terima donasi saya dan Ibu Endang. Kemudian orang itu kita janjikan, kenapa bernonasi kita serahkan langsung ke tangan masyarakat dengan alasan masyarakat yang membutuhkan”.

Camat merubah pernyataannya. “Gak apa-apa Bu. Gak apa-apa.”

Terlihat dalam dialog tidak ada kepercayaan kepada pihak resmi antara si Ibu dan temannya yang disebut dengan nama panggilan Bu Endang. Mereka khawatir donasi tak tepat sasaran dengan birorasi yang berbelt-belit. Si Ibu dan timnya tak bergeming,  menyalurkan sendiri bantuan mereka langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Tergambar, jika benar informasi, bahwa sebanyak 80 ton bantuan bencana untuk Kabupaten Bener Meriah raib, maka beralasan kalau kalangan donatur sebelumnya keberatan menyalurkan bantuan melalui pihak resmi (Pemda Kupaten) bersangkutan.

Sementara itu dipetik Aksi dari kantor berita Antara, Koalisi Masyarakat Sipil Aceh mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum, segera mengusut tuntas dugaan penggelapan 80 ton bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh seperti yang telah diungkap Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

“Apa yang diungkapkan oleh Gubernur, Mualem ini harus diusut tuntas. Ini sangat meresahkan, ada oknum seperti ini melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi,” kata Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh, Kamis, 10/12-2025.*

Comments
Loading...