AKSIBORNEO – “Di bulan Ramadan ini banyak hikmah ataupun hazanah yang terkandung di dalamnya – yang kalau kita kaji hanya dalam satu dua jam sebenarnya tidaklah cukup.”
DAN banyak rahasia jikalau kita kaji, maka semakin yakinlah dalam kaji kita kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Begitu pula dengan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Baginda Nabi, maka makin memperkuat dalam perkara cinta dan kasih sayang kita kepada junjungan kita Baginda Nabi Rasulullah Muhammad SAW.
Demikian disampaikan oleh Ustadz Andi Irham, Spd.I mengawali kuliah subuh Ramadan 1447 H di Masjid Darul Muttaqin Kota Pontianak, Senin (24 Februari 2026).
Maka Ustadz Andi Irham mengajak sedikit mengupas rahasia-rahasia bulan suci Ramadan.
Rahasia yang pertama kata para ulama, ujar Andi Irham, adalah Niat. Ternyata niat ini dahsyat. Sebelum kita memasuki bulan puasa, kebiasaan kita sehari-hari adalah sarapan pagi dengan berbagai pilihan sarapan. Ketika di siang hari, ini perut ternyata masih perlu asupan menurut selera dan keinginan masing-masing. Di sore hari, perut kita ternyata masih ingin menambah asupan. Begitu di malam hari, perut ternyata masih mau lagi asupan ini dan itu. Maka, satu hari bisa makan sampai tiga bahkan empat-lima kali. Ini belum termasuk cemilan.
“Tak peduli, makan terus. Kadang-kadang perut laki lebih bunting dari perut bunting bininya”, seloroh Ustadz Andi Irfan.
Sebelum Ramadan, sebelum puasa, perut tidak bisa kontrol, menurut selera apa yang kita inginkan, apa yang kita mau.
Namun begitu memasuki bulan Ramadan, kita tidak pernah memikirkan nasi kuning atau lontong sayur dan sebagainya. Begitu juga di siang hari walaupun masih ada sisa makanan sahur, kita tidak berselera. Sampai sore hari, ada macam-macam rumah makan yang buka, kita tidak tergoda. Kenapa kita seperti ini?
Inilah rahasia dari niat. Sehingga niat ini, bukan hanya menjadi kewajiban, tapi menjadi rukun yang tidak boleh tidak di dalam kita menancapkan keredaan kepada kuasa Allah SWT, dengan melaksanakan puasa Ramadan. Maka dikatakan, bahwa puasa menjadi tidak sah kalau tidak dengan memasang niat.
Ketika seseorang menancapkan niat di dalam hatiya, maka hati akan mengontak seluruh anggota tubuh, seluruh sel-sel yang aktif di dalam tubuhnya mengingatkan, “Hai mahluk-mahluk Allah sebentar lagi engkau tidak akan menerima asupan. Jaga baik-baik hormonmu, jaga baik-baik lambungmu, jaga baik-baik sarafmu.” Maka mereka pun bersegera mempersiapkan diri untuk menjaga ini semua.
Sesungguhnya di dalam satu jasat ada segumpal daging. Jika di dalam segumpal daging ini baik, maka baiklah seluruh anggota tubuhnya. Jikalau segumpal daging ini jelek, maka jeleklah seluruh anggota tubuhnya.
Segumpal daging itu adalah hati tempat ditancapkannya niat. Sesudah berbuka puasa, bolehlah memasang niat – boleh diucapkan menggunakan bahasa apa saja yang dimengerti. Niat tidak disampaikan seiring waktu makan berbuka puasa, tapi setelahnya. Bisa diucapkan di tengah malam atau selesai salat tarawih untuk berpuasa di esok harinya.
Demikian cuplikan atau sebagian dari Hikmah Ramadan 1447 H, kuliah subuh Ustadz Andi Irfan di Masjid Darul Muttaqien yang berlokasi di Jalan Tabrani Akhmad, Pontianak Barat, Kota Pontianak.***

