AKSIBORNEO – “Baru sepekan restruktur pimpinan BGN, sejumlah investor meluapkan kemarahan di Kantor BGN akibat mangkraknya proyek dapur SPPG selama tujuh bulan dan kerugian ratusan miliar rupiah.”
GELOMBANG protes menghantam Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Sejumlah pengusaha yang mengklaim sebagai investor proyek Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) meluapkan kemarahan mereka di lobi kantor hingga nyaris tak terkendali.
Dilansir WartaKotalive, kericuhan dipicu oleh ketidakjelasan nasib operasional fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pembangunannya telah rampung sejak tujuh bulan lalu namun hingga kini dibiarkan mangkrak.
Mereka mempertanyakan keberlanjutan dari program MBG pasca mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dalam video yang viral di media sosial, tampak ketegangan dan adu mulut hebat antara massa dan petugas keamanan.
Seorang pria paruh baya yang berjalan menggunakan kruk penyangga kaki menuntut keadilan atas modal jumbo yang telah mereka korbankan di daerah, terutama di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
“Selama 7 bulan, kawan-kawan dari daerah membuat dapur seharga miliaran. Sampai detik ini, tidak ada kejelasan! Kami butuh negara hadir!” ujarnya dengan nada emosional di tengah barikade hidup petugas keamanan.
Suasana semakin memanas ketika para investor menegaskan loyalitas politik mereka demi menagih janji pertanggungjawaban dari pemerintah.
Ia menekankan, kehadiran mereka murni untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah, terkait dana operasional yang berjalan di daerah.
“Kami butuh negara hadir! Kami tidak butuh kamu!” tegasnya.
Di tengah keriuhan tersebut, suasana nyaris tidak terkendali akibat aksi saling dorong.
Dalam bagian video lainnya tampak seorang investor berbicara dengan perwakilan BGB.
“Tidak bisa diubah, kami butuh profesionalisme. Bapak2 ini orang berpendidikan, tahu peraturan undang undang, perubahan itu tidak bisa saat berjalan, sebelum berjalan harus dilakukan,” katanya. Ia juga berpesan ke Komisi IX DPR RI.
“Kami butuh pertanggungjawaban, Ibu Nanik sebagai kepala BGN yang baru. Kita sama-sama membela negara ini”, katanya.
“Kita orang Prabowo juga!”
“Tapi kalau seperti ini, kami minta Pak Prabowo untuk hadir,” tegas salah satu perwakilan investor.
Sementara itu pengusaha asal Sukabumi, Mujazin, mengaku tertipu Rp218 miliar yang ternyata hanya dijadikan dana talangan untuk melunasi utang vendor lama.*WartaKota
Artikel terkait sebelumnya :
Big Boss MBG Dandan Hindayana Baru Sehari Dicopot Langsung Dicomot Kejagung
Terungkap! Syarif Sulaeman Sebut Kejagung Sudah Lama Intai Dugaan Korupsi MBG
BGN, Badan Baru dengan Anggaran Jumbo Menyeret Trio ini Masuk Perangkap Kejagung
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ternyata Ahli Hama Tumbuhan, Bukan Ahli Gizi
