Banner Event

Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansah, Saksi Kunci Mati Diracun?

HARI itu Kamis (23 Juli 2027) pagi, kerabat Sutrimo menerima pesan keluhan sakit perut mendadak. Kemudian Sutrimo ditemukan tergeletak di halaman depan bangunan terbengkalai klinik kecantikan Modent, tak jauh dari rumah majikannya – mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, tersangka dugaan korupsi dan TPPU.

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Sutrimo dalam mondisi mulut dan hidung berbusa sempat mengatakan, kalau dirinya di tempat dia ditemukan diantar oleh 3 orang berambut cepak.

Tak lama setelah itu datang mobil ambulance yang segera membawa korban ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan.

Namun, pihak rumah sakit mengatakan korban sudah tak bernyawa saat diterima. Belakangan, pihak kerabat korban menerima jenazah korban sudah dikafani dari orang tak dikenal.

Dari cerita yang beredar dikabarkan, barang bukti yang menyertai penyerahan dari orang tak dikenal, hanya sebuah HP – sedangkan kartu ATM dan KTP tidak ada, selain uang yang disebut sebagai uang duka sebesar Rp.20juta diberikan orang tak dikenal tersebut.

Menurut kerabat korban, korban merupakan orang kepercayaan tersangka mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, sehingga sekaligus diangkat sebagai Kepala Rumah Tangga.

Korban yang disebut sudah belasan tahun bekerja pada Febrie Adriansyah, pernah dijanjikan akan dibelikan mobil. Namun, janji tersebut tak pernah terwujud sampai Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dan diserahkan ke KPK.

Menurut informasi korban yang disebut masih lajang, pernah bertengkar dengan abang ipar tersangka Febrie Ardiansyah terkait batubara di Jambi. Sehingga, dalam suasana emosi, terlontar kata-kata dari mulut Sutrimo atau korban, “sudah kalau begitu kita bongkar saja semua!”

Sejak pertengkaran itu, hubungan Sutrimo dengan keluarga Febrie menjadi tidak baik.

Sutrimo sempat mengemukakan khawatir akan keselamatan jiwanya, karena emosi  dengan melontarkan kalimat ancaman tersebut. Sampai akhirnya menjadi kenyataan, Sutrimo meninggal mencurigakan dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa misterius. Padahal menurut salah satu kerabatnya, korban tidak mempunyai riwayat penyakit apa pun, baik-baik saja.

Timbul dugaan publik, Sutrimo sebagai orang dekat mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah yang ditetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat (17/7-2026), merupakan saksi kunci. Karena, mengetahui banyak soal seluk-beluk 74 kg emas batangan dan ratusan miliyar rupiah yang jadi barang bukti. Sehingga, dihabisi dengan cara diracun sepekan kemudian.

Sementara KPK menangani kasus dugaan korupsi tersangka Febrie Adriansyah, Polda Metro Jaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan menyeluruh atas teka-teki meninggalnya orang dekat Febrie Adriansyah itu. Sejumlah orang telah dimintai keterangan sebagai saksi.*

Comments
Loading...