AKSIBORNEO – “Naas menimpa seorang pria berinial KD, dihakimi massa dan dibakar hingga tewas karena ketahuan mencuri ayam.”
TRAGEDI yang tak semestinya terjadi dengan main hakim sendiri itu, terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, Jumat (24 Juli 2024) sekitar jam 01.30 dinihari.
Saat polisi datang sekitar 30 menit berikutnya, mendapati KD telah tewas dengan tubuh terbakar. Sepedamotor korban juga ikut dibakar.
Menurut warga sekitar tempat kejadian, mereka sudah lama resah karena sering kehilangan ayam terutama ayam aduan atau sabungan.
Tangis histeris anak korban yang baru berusia 6 tahun, memecah dinihari yang sunyi begitu dikabari warga prihal tragedi yang menimpa ayah Keisya, sang bocah.
Pihak kepolisian mengungkap, KD merupakan residivis kasus pencurian dan buronan dalam perkara pembobolan toko laptop dan konter telepon seluler. Juga sepedamotor yang dipakai korban barang curian pada 2019.
Polres Tabanan kini telah menetapkan lima warga sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan massa tersebut. Berikut barang bukti seekor ayam jago aduan dan lainnya. Sementara itu disebut ditemukan juga sebuah ketapel dan sajam pada diri korban dan kerangka motor yang dibakar massa.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meminta masyarakat Kabupaten Tabanan untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan tindak pidana melalui jalur hukum, bukan tindak kekerasan.
Ditegaskan, apapun latarbelakang KD semasa hidupnya, tindakan main hakim sendiri terhadap korban merupakan perbuatan melanggar hukum.
“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujar Sanjaya.
Isteri korban mengaku tak tahu persis pekerjaan suaminya yang disebutnya serabutan, “begitu-begitu” saja.
Keluarga KD punya 3 anak, satu sudah bekeluarga, satu di kelas 1 SMA, dan si bungsu Kaisya baru kelas 1 SD.
Menurut ibu Kaisya, suaminya memang tengah galau tak punya ongkos menutupi tunggakan biaya sekolah anaknya yang mencapai Rp.2,7juta.
Untuk membiayai uang sekolah anaknya yang tertunggak itu, mungkin terpaksa suaminya keluar rumah tengah malam buta mencuri 2 ekor ayam jago aduan.
Namun, KD pulang bukannya membawa hasil untuk dijadikan uang, malah sudah gosong menjadi mayat. Disambut tangis histeris si bungsu Keisya memecah kesunyian dinihari, “bapak…. bapak….”. Begitu pula ketika jenazah akan dimakamkan, tangis histeris dan memilukan terdengar pula di tengah keramaian para pelayat di pemakaman, “bapak…. bapak.”***berbagai sumber
