Banner Event

Rendahkan Profesi Wartawan, Hotman Paris Ramai Tuai Desakan Minta Maaf

“Bertanya adalah cara wartawan mengkonfirmasi, menggali keterangan narasumber sebagai bagian proses kerja jurnalistik dan disiplin verifikasi yang profesional dan dilindungi undang-undang,” kata Pemimpin Redaksi SCTV itu.

Ia menjelaskan narasumber memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan tetapi sangat tidak pantas jika narasumber merespons pertanyaan wartawan dengan cara merendahkan, baik dari pilihan kata maupun sikap arogan yang sama sekali tidak menjawab substansi pertanyaan.

Arogansi Hotman terjadi saat memberi keterangan pers usai mendampingi pemeriksaan kliennya eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU di Kejagung, Jumat (17/7) malam.

Awalnya Hotman merespons pertanyaan apakah ada agenda tersembunyi di balik penetapan tersangka Febrie. Jawaban Hotman di luar dugaan karena meminta sang wartawan menanyakan pada kakeknya.

“Tanya kakekmu masa tanya gue. Tanya kakekmu lah ya. Bukti sudah gue enggak tahu agendanya apa ya. Lu udah deh, saya enggak tahu agendanya. Lu jangan tanya ini. Udah deh shut up. Saya enggak tahu, mana bisa gua menafsirkan maunya orang, udah saya jawabannya lu harusnya tahu,” katanya.

Pada bagian lain Hotman menyebutkan kata kasar dan bernada menghina wartawan saat menjawab pertanyaan apakah Febrie merasa dikriminalisasi.
“Menurut kau gimana? Lu punya otak enggak? Lu jawab dulu, menurut kau gimana kalau tiba-tiba, kalau kau tiba-tiba digeledah rumah lu sampai celana-celana lu misalnya dipamerkan itu tanpa diperiksa saksi apa pun. Itu namanya apa? Jawab sendiri. Jawab sendiri dulu,” jawab Hotman.

Desakan Hotman untuk meminta maaf dan klarifikasi juga disampaikan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) dan PWI Pusat.*publicanews 

Hotman Paris Resmi Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

Hotman Paris Soroti Perubahan Status Hukum Febrie Adriansyah, Sebut Publik Dibuat Bingung

Bela Febrie Adriansyah, Berapa Honor Hotman Paris? Angkanya Bikin Kaget

Comments
Loading...