Banner Event

Titik Panas Kalbar Jadi Perhatian, Presiden Pimpin Langsung Rapat Penanganan Karhutla

KEMUDIAN Presiden langsung memimpin rapat penanganan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait.

Berdasarkan pantauan InfoPublik melalui tayangan kanal resmi YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo meminta pemaparan mengenai kondisi terkini karhutla di Kalimantan Barat sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan di lapangan. 

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat secara nyata,” kata Presiden. 

Dalam rapat tersebut, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (purn) Asrianus Bulo, melaporkan hasil pemantauan titik panas selama 24 jam terakhir.

Menurutnya, sebanyak 198 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut mengindikasikan adanya api dan asap di lokasi yang terpantau.   

“Kami laporkan tentang situasi terkini pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit, terdeteksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” kata Asrianus Bulo.

Selain itu, BNPB mencatat sekitar 3.100 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

Asrianus menyebut sebaran titik panas banyak ditemukan di wilayah selatan Kalimantan Barat, antara lain Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara.

Sementara di wilayah lainnya, titik panas juga terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.

BNPB turut menyampaikan prakiraan potensi hujan dengan intensitas ringan pada periode 21–27 Agustus 2026. Potensi tersebut diperkirakan lebih banyak muncul di wilayah timur Kalimantan Barat.

Dalam penanganan sebelumnya, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan pada 11–18 Agustus 2026. Operasi kemudian dihentikan sementara karena tidak tersedia awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.  “Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tutur Asrianus Bulo.*infopublik

Hotspot Karhutla di Kalimantan Tembus 1.487 Titik, Kalbar Terbanyak ke 2. Ini Sebarannya 

Cuaca Ekstrem, Sekolah di Pontianak Diliburkan Diberlakukan Sistem Daring, Wapada Ispa

Comments
Loading...