“Febiola Purba bukanlah satu-satunya korban. Usai mengonsumsi MBG, 279 pelajar dari sekolah di Barastagi dilarikan ke Rumah Sakit.“
AKSIBORNEO – “Febiola Purba, adalah seorang siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bersama, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengalami kejang, hilang ingatan, dan sulit berbicara setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (13/8-2026).”
IBU Febiola, Elvinus Lusiana Sitanggang (44), (semula disebut bernama Fitriani boru Sijabat… Red,Aksi), menyeritakan, jika anak keempatnya itu, sejak saat itu, hingga kini, saat diexpose Inews, Senin (7/9-2026), Febiola, telah berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk menjalani perawatan.
Gangguan ingatan yang dialami Febiola membuatnya tidak lagi mengenali sejumlah anggota keluarga dan teman sekolahnya. Kata Elvinus, Febiola sempat bertanya siapa sang bibi ketika mereka datang menjenguknya.
Elvinus dan suami, Icuk Sugiarto Purba, bahkan harus membantu Febiola untuk mengingat kembali orang-orang terdekatnya seperti saudara, tante, pamannya, dan teman sekolahnya.
“Kalau kata psikiater (soal sulit berbicara) lidahnya tertarik ke dalam. Kalau soal ingatannya kami masih menunggu hasil,” kata Elvinus saat dijumpai di RS Adam Malik. Senin siang.
“Maunya anakku ini dikasih pengobatan yang tepat biar jangan kembali lagi bolak-balik ke rumah sakit,” sambungnya.
Hampir genap satu bulan sejak keracunan, pihak rumah sakit belum mengeluarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan kepada Febiola. Sementara itu, pihak Badan Gizin Nasional (BGN) regional Sumut belum berani buka suara.
Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan jika Febiola menjalani rawat jalan sejak 31 Agustus lalu.
“Hari ini adalah yang kedua. Untuk sekarang fokusnya pada pemeriksaan neurologi anak dan psikatri,” kata Dorothy.
Bermula dari Pusing dan Gatal-gatal
Febiola sempat mengeluhkan pusing dan gatal di sekujur tubuh setelah pulang sekolah. Kemudian ia tidur dan beberapa menit setelah itu, Elvinus, memberinya susu dan saat yang bersamaan Febiola muntah.
Menurut Elvinusiana, Febiola sempat dirawat selama tiga hari di sebuah rumah sakit di Kabanjahe. Saat itu, belum terlihat gangguan ingatan.
“Selama pulang dari rumah sakit, masih biasa, normal,” ujarnya.
Sehari setelah dipulangkan, Febiola mengalami kejang di rumah. Ia disebut mengalami kejang berulang hingga sempat tidak sadarkan diri sekitar 30 menit.
“Selama kejang kira-kira 10 menit, terus kejang lagi. Bersambung-sambung dia,” katanya.
Febiol kemudian dibawa ke Rumah Sakit Haji Medan. Keluarga mengatakan sejak menjalani perawatan di sana, kemampuan Febiola dalam mengingat orang dan berkomunikasi mulai berubah.
“Di situlah dia mulai, omongannya sudah seperti anak-anak. Padahal anak saya ini sering juara 1 di sekolah. Dia juga wakil ketua OSIS,” kata Elvinus.*INews
Artikel terkait:
Keracunan MBG Serang Ginjal dan Saraf Ingatan! “Dimana Hati Nurani Kalian?”
