AKSIBORNEO – “Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Karo pada Senin, 7 September 2026, mengungkap temuan terdapat 3 (tiga) jenis racun pada MBG di Berastagi, Kab.Karo,Sumatera Utara.”
DALAM RDP tersebut juga menghadirkan orang tua para siswa korban MBG (Makan Bergizi Gratis) dari tiga sekolah yang terjadi pada 13 Agustus 2026.
Di situ orang tua salah satu korban, Fabiola siswa berprestasi dari SMK swasta Bersama, Berastagi, tak dapat membendung emosinya mempertanyakan racun apa yang menyebabkan anaknya mengalami gagal ginjal dan hilang ingatan.
(Artikel terkait: Keracunan MBG Serang Ginjal dan Saraf Ingatan! “Dimana Hati Nurani Kalian?”)
Pihak Diskes Sumut memaparkan hasil uji mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026.
Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut berdasarkan sejumlah sampel makanan dan muntahan korban dari MBG.
Hasil uji mikrobiologi mengungkapkan bahwa keracunan yang menimpa 361 anak sekolah di Berastagi, disebabkan oleh kontaminasi bakteri berbahaya termasuk Bacillus cereus, Sthapilococcus aureus, dan Escherichia coly, ditemukan padamakanan yang disajikan di sekolah.
Para orangtua meluapkan kemarahan dan keprihatinan terhadap penanganan medis yang minim, serta mendesak penutupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap berpotensi membahayakan anak-anak.
Dalam RDP masyarakat menuntut pertanggunganjawab penuh dari pihak terkait, termasuk jaminan biaya pengobatan dan evaluasi terhadap penyedia program MBG*
Baca juga: Kisah Pilu Siswa Berprestasi Hilang Ingatan Setelah Mengonsumsi MBG
