KUBU RAYA, AKSIBORNEO – “Ketika viral di medsos video adanya bentrok massa di Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9 Febr 2022) siang, banyak orang salah duga. Mengira ada kaitannya dengan kejadian tiga hari sebelumnya, Aksi saling bacok di Kampung Beting, Minggu (6 Febr 2022) malam. Padahal tak ada kaitannya sama sekali.”
AKSI massa yang tiba-tiba mengejutkan orang ramai di sekitar lokasi kejadian siang tadi, ternyata antar dua kelompok massa buruh bersenjatakan kayu dan lemparan batu. Diketahui, keributan terjadi akibat belum adanya kesepakatan pembagian kerja buruh bongkar muat, pasca Pemda Kabupaten Kubu Raya membentuk koperasi baru, Mitra Jaya Perkasa (MJP).
Salah satu pihak merasa tak adil dengan sistem kerja antara koperasi yang sudah ada dengan koperasi bentukan Pemda Kabupaten Kubu Raya yang bertetangga dekat dengan kota Pontianak itu.
“Keributan hanya persoalan sistem kerja antara kedua koperasi yang belum ada kesepakatan,” kata Kapolres Kubu Raya AKBP Jerol Kumontoy kepada wartawan sesaat setelah kejadian.
Namun Jerol memastikan, kondisi sudah terkendali, kedua kelompok buruh sudah dapat ditenangkan, kemudian di mediasi oleh pihaknya.
Diketahui, mediasi dipimpin oleh Syarif Mahmud Alkadri di kantor perusahaannya, PD Putra Kalbar di Jalan Veteran, Pontianak, dihadiri Kapolres Kubu Raya AKBP Jerold HY Kumontoy dan jajaran serta pimpinan dari kedua koperasi.
“Kami anggap ini sudah selesai secara kekeluargaan. Selanjutnya kami serahkan ini ke Pemda (Kab.Kubu Raya, Red) untuk diselesaikan secara proporsional,” kata H Robby, Ketua Kopersai Jasa MJP.
Sementara Sekretaris Koperasi jasa tenaga kerja khusus bongkar muat aktivitas non pelabuhan (TKKBM) Kubu Raya, AM Suriadi mengharapkan, Pemda (Kubu Raya) melalui dinas terkait dapat membuat regulasi yang jelas terkait koperasi bongkar muat sesuai auran koperasi, agar tidak terjadi lagi bentrok massa buruh di lapangan.***
