Banner Event

Siapa Kekasih Gelap yang Bikin Pak Kopral Gelap Mata?

AKSIBORNEO – “Siapa kekasih gelap Kopda Muslimin yang bikin dirinya tergila-gila dan tega memakai jasa penembak bayaran untuk menghabisi istrinya?”

PEREMPUAN cantik berambut panjang yang tak disebutkan usianya itu, berinitial W dan diketahui merupakan seorang penjual kartu perdana HP di Semarang.

Awalnya Muslimin tak bertepuk sebelah tangan, karena W tidak mengetahui kalau Pak Kopral sudah beristri dan punya anak.

Setahun lamanya Muslimin menjalin hubungan asmara dengan W dan melakukan hubungan bak suami istri di sebuah tempat kos.

Ajakan Pak Kopral yang mengaku masih lajang untuk hidup bersama tak diacuhkan W, bahkan W mulai menjauh ketika mengetahui dirinya dijadikan selingkuhan dari laki-laki yang ternyata sudah punya istri. Apalagi saat Muslimin mengaku baru saja menyuruh orang menembak istrinya, ajakan kawin lari ditolak oleh W.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, W kini berstatus saksi dan dalam pengawasan LPSK (lembaga perlindungan saksi dan korban),  karena dia tidak terlibat, tidak tahu-menahu kasus penembakan yang melibatkan Pak Kopral yang tergila-gila pada dirinya.  Masih perlu dicroscek, tapi yang bersangkutan (Kopda Muslimin) sudah meninggal.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah – Irjen  Ahmad Luthfi saat konferensi pers, Senin (25/7-2022) mengatakan, usai penembakan istrinya, Kopda Muslimin sempat mengajak kekasih gelapnya melarikan diri.

“Ada delapan saksi yang kita periksa di antaranya saksi W, itu pacarnya, jadi yang bersangkutan (Kopda Muslimin) lari setelah melakukan kegiatan ini, tapi pacarnya tidak mau, jadi motifnya itu,” kata Ahmad Luthfi. Lalu bagaimana kondisi Rina Wulandari kini setelah dua peluru menembus perutnya yang didalangi suaminya sendiri?

Dokter bedah digresif RSUP Kariadi – Erik  Prabowo menuturkan, korban setelah tertembak langsung ditangani oleh tim rumah sakit Hermina. Pihak rumah sakit melakukan langkah awal dan stabilisasi terhadap pasien tersebut.

Menurutnya, setelah itu Rumah Sakit  Hermina merujuk korban ke RSUP Kariadi untuk penanganan lanjutan. Korban telah dilakukan operasi dan menangani problem yang ditemukan di tubuh pasien akibat tembakan tersebut.

Rina Wulandari diketahui punya tiga anak, si bungsu masih berusia 4 bulan. Kondisinya berangsur-angsur membaik, tapi masih lemah.

Mujur, Sugiyono yang salah satu pelaku tak tega menembak ke arah kepala Rina seperti diperintahkan suaminya. Kalau perintah itu dituruti entah apa jadinya.

Artikel terkait : Sugiyono: Saya Disuruh Tembak Kepala Istrinya, Tapi Saya Gak Tega  

Sebenarnya menurut Agus, salah satu pelaku lain, mereka sudah menyegah Kopda Muslimin membunuh istrinya, cukup diberi pelajaran saja. Tapi Muslimin terus mendesak dengan janji bayaran Rp.200 juta plus iming-iming bonus satu mobil Yaris dan satu sepeda motor sebagai bonus.

Namun, baru dibayar Rp.120juta di hari peristiwa itu juga, Senin (18 Juni 2022), Kopda Muslimin kabur, lalu diketahui telah meninggal bunuh diri dengan menenggak racun.*

Comments
Loading...