AKSIBORNEO – “Di tengah gonjang-ganjing Indonesia akan impor beras dan keperluan bantuan untuk korban bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat, tiba-muncul kabar mengejutkan hilangnya ratusan ton beras di gudang Bulog.”
RAIBNYA ratusan ton beras pemerintah untuk rakyat tersebut, terjadi di tengah wacana pemerintah akan impor beras yang menjadi sorotan banyak kalangan. Juga di tengah kebutuhan bantuan untuk bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat.
Kasus terjadi di gudang Bulog, Kelurahan Bittoeng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ada temuan sebanyak 500 ton beras stock hilang.
Diketahui dari hasil investigasi internal Bulog, Sulselbar, pimpinan cabang pembantu bulog Pinrang – Radtyo W. Putra Sikado, dan kepala gudang Lampa, Pekkabata, Pinrang – Muhammad Idris, disebut merupakan dua orang yang paling bertanggung jawab atas raibnya beras 500 ton di gudang Bittoeng, Kabupaten Pinrang itu.
Menurut Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar – Bakhtiar AS, temuan ada apa dengan 500 ton stock beras di gudang di Kabupaten Pinrang, bukannya hilang, tapi dipinjamkan kepada pihak ketiga atau rekanan. Hanya saja, dari hasil pemeriksaa rutin, rekanan terkait belum mengembalikan pinjaman beras tersebut.
“Ini barang tidak melalui prosedur, itulah penyebabnya. Dari hasil investigasi, dipinjam oleh pihak ketiga. Beras tersebut dipinjam sejak bulan September lalu,” kata Bakhtiar ketika dikonfirmasi Kompas,com, Kamis (24/11-2022).
Kasus tersebut membuat Direktur Utama Perum Bulog – Budi Waseso geram, pihaknya akan mengambil jalur hukum atas perbuatan di luar prosedur itu.
Buwas, sapaannya, mengatakan, “Jadi yang 500 itu, ini kan baru kita penjajakan. Diambil, keterangan dari internal kita katanya ini dipinjamkan.
“Apa pun namanya itu ada pertanggungjawaban secara hukum. Kalau dipinjamkan itu harus segera dikembalikan yang 500 ton itu, saat ini sedang ditangani internal kita. Tapi, kita sudah menyiapkan untuk ditangani secara hukum pidana itu,” kata Buwas – sapaan akrab Budi Waseso usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI bersama Kementan, Bapanas, dan ID Food, Rabu (23/11/2022), dikutip dari Kompas.com (24/11-2022).
Buwas menegaskan, pihaknya tidak akan main-main dengan kasus tersebut lantaran sudah membawa nama Bulog. Karenanya Buwas sudah memecat kepala gudang yang bertugas di wilayah tersebut.
Akan tetapi Buwas memastikan, stock beras untuk para korban bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, dalam kondisi yang aman.*
Editor: EAZ
