AKSIBORNEO – “Seperti diketahui, Partai Ummat sempat dinyatakan tak lolos verifikasi. Sebelumnya Parpol besutan Amien Rais ini sudah mendapat bocoran valid kalau parpol berlogo bintang keemasan ini sengaja dipecundang.”
MENURUT Amien ada kekuatan besar yang bermain, sehingga ketika itu Amien Rais pun tak canggung-canggung berujar, “Saya sudah Tua, apa yang ditakuti?”
Amien Rais bukan politisi kemarin sore, 30 pengacara disiapkan dengan dana saweran internal parpolnya untuk melangkah ke jalur hukum. Tindakan awal mengadukan KPU RI ke Bawaslu RI, sementara bocoran halus makin membesar dan pecah. Bawaslu pun merespon dengan rekomendasi verivikasi ulang yang disepakati KPU RI dan Partai Ummat untuk Partai Ummat di NTT dan Sulut terhitung 23 – 30 Desember 2022.
Begitu cuplikan dari kronologi perjuangan partai besutan Bapak Reformasi itu.
Hingga saat ini, 28 Desember (untuk 3 hari) KPU kabupaten/kota di dua provinsi NTT dan Sulut yang awalnya dijadikan modal masalah untuk menyingkirkan Partai Ummat, melakukan tahapan verifikasi factual keanggotaan berdasarkan data keanggotaan tersampel yang diberikan oleh KPU RI.
Seperti diketahui, Partai Ummat semula adalah satu-satunya parpol yang sempat dinyatakan oleh KPU RI tidak lolos verivikasi, sementara 3 parpol baru lainnya dinyatakan lolos untuk ikut melenggang di Pemilu 2024, adalah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, dan Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora.
Baca juga : Amien Rais Ungkap Bocoran A-1: Ada Kekuatan Besar yang Ingin Menyingkirkan Partai Ummat
Setakat ini Partai Ummat selamat dari sinyalemen gradak-gruduk ‘kekuatan besar’ yang menurut Amien Rais ikut bermain, sehingga Ketua Dewan Syuro partai berlogo Bintang Perisai Umat itu sempat geram dan berujar: ‘Saya sudah tua, apa yang ditakuti?’*
