Untuk menghadapi dinamika dan pertentangan opini di kalangan publik, Anies menilai dua prinsip di atas sebagai penjaganya, yaitu kebenaran dan kemanfaatan. #Kbanews
AKSIBORNEO – “Anies Baswedan antara hujatan dan sanjungan, apa komennya Mas Anies?” tanya jurnalis senior Karni Ilyas kepada Calon Presiden Anies Baswedan dalam program wawancara khusus yang disiarkan TvOne, Jumat malam, 28 Juli 2023.”
PEMILIK nama asli Sukarni Ilyas tampak ingin menggali rahasia seorang pemimpin yang menurutnya konsisten dan stabil dalam mengelola pujian dan kritikan. Sebuah sikap bijaksana dan dewasa yang saat ini cukup langka di Indonesia. Sebab terlalu banyak contoh ketika kritikan akhirnya berbuah laporan.
“Ya, kalau saya selalu dari awal, Bang, ini saya mengatakan ini mungkin sudah 10 tahun yang lalu. Prinsip yang harus dipegang itu apa? ‘Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang’. Rileks saja,” respon Anies dengan segenggam senyuman yang membahagiakan.
Anies menambahkan, prinsip tersebut dibangun dengan dua pondasi utama, yakni kebenaran dan kemanfaatan.
“Kerjakan yang menurut kita adalah benar, memberikan manfaat bagi orang banyak. Adapun hari ini, bisa dipuji, bisa ditentang, bisa dikritik. Tapi bila manfaat itu dirasakan, ya publik juga nanti akan menilai,” kata Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, seperti dikutip Kba News.
Lebih lanjut, ayah dari Mutiara, Mikail, Kaisar, dan Ismail itu berpendapat bahwa kebebasan berekspresi harus dirawat. Sebabnya, hal itu merupakan realitas dalam dunia politik sejak dahulu. “Nah, saya melihat, Bang, di era sekarang ini dengan adanya sosial media yang sangat dominan, di situ ada kebebasan berekspresi. Ke depan, Bang, kebebasan berekspresi ini harus dijaga. Jadi ketika tadi ada dihujat dan disanjung, ya itu bagian dari kenyataan berada di wilayah politik. Itu kenyataan begitu. Dari dulu juga begitu,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan berdasarkan histori para tokoh bangsa yang juga mengalami hal yang sama, yakni dipuji dan dicaci.
“Dan tokoh-tokoh bangsa kita juga mengalami begitu semua, Bang. Dipuji, juga dicaci, juga ditentang, justru kita harus bisa fokus pada hal baik apa yang akan dikerjakan, hal benar apa yang terjadi,” jelas mantan rektor termuda di Universitas Paramadina.
Untuk menghadapi dinamika dan pertentangan opini di kalangan publik, Anies menilai dua prinsip di atas sebagai penjaganya, yaitu kebenaran dan kemanfaatan.
“Itu yang menjadi fokus saya dan itu yang jadi, kalau bisa dibilang penjaga dalam menghadapi perbenturan opini yang sering muncul di masyarakat,” katanya sembari menunjukkan gestur menjelaskan dengan membuka telapak tangan kanannya di hadapan Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC).
Dalam pantauan Kba News, Karni Ilyas tampak mengamini sikap dan jawaban yang ditunjukkan oleh Anies Baswedan selaku Calon Presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Ya, dan itu juga kenyataan dalam hidup. Maka banyak orang tua bilang, sebanyak yang sayang kamu, sebanyak itu pula yang akan benci kamu. Itu kata-kata orang tua, Mas Anies,” pungkas pejuang hukum dan tokoh pers Indonesia sebelum jeda komersial.*kba
