Banner Event

Skakmat Buat Pak Dokter Gila Catur yang Aniaya Bocah Balita

AKSIBORNEO – “Seorang dokter yang tengah main catur dan meja caturnya tersenggol seorang bocah sehingga dihadiahi tamparan, masih jadi pembicaraan menarik di kalangan pemain catur dimana-mana.”

KETIKA tengah asik, tiba-tiba muncul seorang bocah lewat dan menyenggol meja tempat pak dokter main catur bersama temannya. Tak pikir panjang, sang dokter langsung menampar si bocah hingga jatuh tersungkur.

Video seorang pria pemain catur menampar anak kecil hingga tersungkur itu pun viral di media sosial.

Kejadian sebenarnya, si bocah mendekat ke meja pria itu. Pion yang sudah close (tidak dimainkan) menarik perhatian anak kecil itu dan akan mengambilnya. Pak dokter yang kala itu belum diketahui siapa dia, marah dan melancarkan aksi lima jarinya hingga korban tersungkur.

Mengetahui hal itu, orang tua si anak minta maaf dan mengatur kembali buah caturnya. Namun permainan pun bubar.

“Sembarangan!” hardik pelaku.

Emosi pak dokter lah sebenarnya yang membuat buah catur di papan caturnya di mejanya berantakan, jadi bukan karena ada senggolan atau tersenggol oleh korban.

Peristiwa yang tak sepatutnya terjadi itu, terekam kamera CCTV pada Kamis (27 Juli 2023) malam sekira jam 23.00 di Warung Kopi ‘Nona’ Jalan Anggrek Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar.   

Diketahui, Agung (27) adalah pemilik Warkop tersebut, juga menyediakan papan catur buat para pelanggannya yang ingin ngopi sambil main catur. Sedangkan bocah 3 tahun yang mengalami kekerasan adalah putranya yang lagi susah tidur.

Kepada wartawan Agung menyeritakan, sempat mendapat ancaman dari pria yang menganiaya anaknya setelah video kejadian viral. Pria itu dikenalnya berinitial M, seorang dokter yang merupakan langganan juga di warkopnya.

“Pertama dia telponka, pagi-pagi. Kan dia lihat mi itu video yang beredar, dia bilang eh jangan kau edit-edit itu video nah (Pertama dia telpon aku pagi-pagi. Kan dia lihat  juga video yang beredar, dia bilang eh jangan kau edit-edit video itu ya)”, kata Agung menirukan nada ancaman dokter M dan akan melapor balik ke polisi.

“Setelah bicara segala macam, disitu dia bilang lagi, pokoknya saya akan laporkanko juga mengenai pencemaran nama baik,” kata Agung menirukan ancaman dr.M.

“Jadi saya bilang, laporma pak. Karena saya mau melapor juga ini,” kata Agung pula yang melihat ada sedikit lecet di bibir bocah kecilnya. Sebab anak kecil itu sempat terbentur kursi sebelum jatuh.

Agung benar-benar melapor ke Mapolrestabes Makassar, Jumat paginya (28 Juli 2023) Atas penganiayaan terhadap anak balitanya.

“Pas saya sudah melapor, dia  telpon lagi minta maaf. Jadi saya bilang dari tadi pagi saya tunggu permintaan maafta tapi tidak ada,” bebernya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar Iptu Alim Barhi membenarkan adanya laporan tersebut, terhadap terduga pelaku atas nama dokter Makmur dari salah satu rumah sakit swasta di Makassar.

Setelah menerima laporan orangtua korban, Alim Barhi dan jajarannya pun mengaku mendatangi lokasi untuk olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Untuk itu, dirinya pun akan menjadwalkan pemanggilan terlapor dalam waktu dekat pekan ini.

“Secepatnya lah kita panggil,” kata Iptu Alim, Sabtu (29/7-2023).

Sementara itu akibat perbuatan yang viral menganiaya seorang bocah gara-gara terganggu main caturnya, dr Makmur telah diskakmat alias dicopot oleh pihak RSUS Bahagia Makasar tempatnya bertugas dengan jabatan Wakil Direktur Bidang Pelayanan.

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat itu diputuskan setelah manajemen dan pimpinan RSUS Bahagia melakukan rapat kilat dengan seksama, ikhwal kelakuan dr Makmur melakukan skak terhadap bocah 3 tahun. Buntutnya dr Makmur diskakmat oleh pihak RS tempatnya bekerja.

“Putusan tersebut sudah sesuai dengan peraturan di RS ini. Sebenarnya sangat disayangkan, karena sehari-hari dr Makmur seorang yang bertanggungjawab dan bekerja dengan baik dalam tugasnya, tapi untuk pembelajaran harus dilakukan juga sesuai aturan yang ada”, terang Muhammad Fakhruddin, Bidang Hukum RS Bahagia Makassar.*

editor: effendy asmara zola

Comments
Loading...