AKSIBORNEO – “Jauh sebelum hiruk-pikuk pemilihan calon presiden RI 2024, ulama terkemuka Indonesia asal Madinah – Syech Ali Jabeer menyampaikan, bahwa suatu ketika kelak, Indonesia akan memiliki Presiden seperti Presiden Endrogan.”
HAL tersebut ia ucapkan dalam suatu tausiyahnya pada tahun 2019 di salah satu masjid di tanah air di Jakarta (?). Videonya tersimpan apik oleh banyak kalangan netizen muslim.
Adapun Endrogan yang dimaksudkannya adalah Presiden Turki saat ini, Recep Tayyib Endrogan.
Berikut petikan dari tangkapan layar cermah Syech Ali Jaber dari video berdurasi 6,07 menit:
“Saya memiliki harapan yang sangat tinggi, Insyaallah Indonesia, sepanjang apa pun kegelapan, sepanjang apa pun kegelapan kezaliman, sepanjang apa pun kehilangan keadilan, Insyaallah akan datang suatu saat akan terbitnya matahari adil. Dan Insyallah Indonesia akan menjadi negara Alqur’an”, katanya.
“Saya bisa meyakinkan itu, karena saya telah merasakan bagaimana di Turki. Turki negara sekuler yang ratusan tahun serangi Islam, ratusan tahun mengabaikan Islam, tidak boleh mengumandangkan azan dalam bahasa Arab, tidak boleh ada rumah tahfizd, tidak boleh ada pesantren, tidak boleh belajar agama, tidak diberikan izin anak-anak kita belajar dengan sendirinya Alqur’an. Semuanya dilarang dengan keras. Bahkan terancam orang-orang yang melanggar aturan itu”, tuturnya.
“Allah Subhanahu wa Taala melahirkan seorang Presiden yang bisa membaca Alqur’an. Coba buka di youtube, bacaan Erdogan bagaimana, itu dilahirkan dari negara sekuler. Saya bisa meyakinkan, Insyaallah satu juta penghafal Alqur’an dan bapak-ibu mudah-mudahan masih punya umur, akan mendengar pengumuman besar, Imam Besar Salat Idul Fitri dan Idul Adha sekaligus khatib adalah Presiden Republik Indonesia.penghafal Alqur’an. Itu yang saya yakini”, papar ulama terkemuka Indonesia asal Madinah itu.
Sampai di sini terdengar suara gemuruh takbir para jamaah, Allahu Akbar.
“Dan saya tidak pernah merasa lelah,” lanjut Syech Ali Jabeer.
“Dan saya selalu berkata sama isteri, kalau saya mati itu pun karena saya bersama Alqur’an,” ungkapnya.
Kemudian Syech Ali Jabeer mengunguraikan tentang manfaat besar membaca Alqur’an, penghafal Alqur’an.
Di bagian penutup ceramahnya, Syekh Ali Jabeer mendoakan kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Ya Allah maafkan kalau kami tidak berhasil menjadi penghafal Alqur’an, tapi ya Allah kami kurbankan nyawa kami, harta kami, usia kami, tenaga kami, pemikiran kami, ilmu kami untuk Alqur’an, agar Indonesia ke depan menjadi negara Alqur’an, agar Indonesia menjadi contoh terbaik untuk mata dunia, agar kita bisa melahirkan, karena saya meyakinkan ya Allah, kita semua meyakinkan terjamin masa depan Indonesia baidatun thayyibatun wa rabbun ghafur kalau selalu bersama Alqur’an. Birakhmatika ya arhamarahimin.”
Demikian antara lain sebagian dari ceramah Syech Ali Jabeer tersebut.
Tapi siapakah yang mungkin akan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang adil sejahtera dan subur makmur, sebagaimana sudut pandang Syech Ali Jabber di dalam doanya tersebut?
Jika dilihat pada track record atau rekam jejak yang ramai diikuti publik dunia dewasa ini, dia bukan lain adalah Anies Rasyid Baswedan, Capres RI 2024-2029 nomor urut 1 yang berpasangan dengan cawapres Muhaimin Iskandar dalam pasangan AMIN.
Untuk diketahui dan mengenangnya, Syech Ali Jabeer pernah mengalami peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya.
Terjadi pada Ahad, (13 September 2020) sore sekitar jam 17.20 WIB sesaat pasca Syekh Ali Jabeer tausiyah di Masjid Falhudin, Bandar Lampung.
Tiba-tiba seorang pria muda tak dikenal sudah didekatnya dan menusukan senjata tajam yang secara replek dapat dielakan korban, sehingga cuma mengenai lengan kanan – namun cukup dalam dan memerlukan beberapa jahitan di RS setempat.
Detik-detik anak muda (waras) tak dikenal itu menghunjamkan pisaunya ke tubuh Syech Ali Jabeer terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Namun Syech Ali Jabeer wafat karena diduga terpapar Covid-19 setelah beberapa waktu dirawat di sebuah RSU pada Kamis (14 Januari 2021) pagi.
MUI pun membuat seruan untuk bersama-sama melaksanakan Salat Ghaib esok harinya, Jumat (15 Januari 2021) ba’da Salat Jumaat, ini duka buat kita semua umat Islam.
Allahuma firlahu warhamhu waafihi wafuanhu.*
