AKSIBORNEO – “Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menyoroti berbagai hal yang mengalami kenaikan harga di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
DIANTARA yang mengalami kenaikan harga tersebut adalah biaya pendidikan perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai biaya pendidikan harus berbiaya murah bagi semua masyarakat sebagai untuk regenerasi.
Direktur Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, semua hal serba mahal di era pemerintahan Jokowi adalah fakta. Saat ini banyak rakyat menjerit atas kenaikan harga tersebut, seperti biaya pendidikan dan kebutuhan pokok.
Muslim pun menilai dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dan biaya pendidikan itu maka menunjukan negara belum mampu menyejahterakan rakyat sebagai mana amanat konstitusi.
“Saat ini rakyat terancam kesejahteraan dan kecerdasannya. Utang menumpuk, proyek infrastruktur ugal-ugalan. Saat ini rakyat juga dibebani harus membayar utang. Akibatnya semua serba mahal. Rezim ini gagal menjalankan amanah konstitusinya. Jadi apa yang diteriakkan oleh Megawati itu fakta, bukan provokasi,” papar Muslim kepada Harian Terbit, Ahad (26/5-2024).
Terlambat
Muslim mengakui Megawati telat memberikan perrnyataan terkait kondisi bangsa saat ini. Harusnya dari sejak awal soal semua serba mahal itu diteriakkan Megawati. Karena saat ini rakyat kesulitan hidup akibat semua serba mahal.
Semua serba mahal itu sudah lama dirasakan rakyat. Jadi sudah lama rakyat menunggu suara Megawati, bukan setelah bersebrangan dengan Jokowi saat ini.
“Tapi walaupun terlambat Megawati wajib berteriak soal semua mahal. Pertanyaannya, apa langkah Megawati untuk menurunkan semua harga-harga mahal. Tidak cukup hanya berteriak di ruang ber AC. Megawati perlu turun ke jalan pimpin demo soal harga-harga mahal, kalau memang Megawati masih berjuang untuk rakyat,” tandasnya.*hanter
