Banner Event

Lagi, Ada Anggota Polisi di Pontianak Tewas Gantung Diri

KAPOLSEK Pontianak Utara, AKP Suryadi, membenarkan kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah hukumnya. Korban bunuh diri tersebut diketahui merupakan anggota Polda Kalbar.

Suryadi menerangkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, yakni istri korban, sekitar pukul 04.30 pada saat bangun tidur dan hendak ke kamar mandi, ia melihat suaminya sudah dalam keadaan terganggu menggunakan seutas tali tambang.

“Korban gantung diri ini di dapur,” kata Suryadi.

Melihat suaminya tergantung, lanjut Suryadi dikutip dari Harian Pontianak Post, saksi saksi langsung meminta pertolongan ke rumah Ketua RW setempat. Hingga akhirnya korban diselamatkan namun sudah meninggal.

Suryadi mengatakan, sekitar pukul 07.00 tim Inafis Polresta Pontianak tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan identifikasi korban. Dan dari hasil identifikasi awal dari Tim Inavis Polresta Pontianak tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Suryadi menuturkan, dari keterangan saksi, bahwa ia dan korban sudah menikah kurang lebih lima tahun. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai dua orang anak.

Korban dan istrinya, lanjut Suryadi, tinggal di rumah kontrakan tersebut sejak di mutasi dari Polres Sambas ke Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Kalbar.

“Dari keterangan istri korban, sebelumnya tidak memiliki masalah dan korban tidak pernah bercerita apabila memiliki masalah pribadi ataupun kedinasan,” kata Suryadi.

Sementara dari keterangan saksi lainnya, Suryadi menambahkan, pada Minggu 9 Juni sekitar pukul 00.00, saksi yakni Fathan Yanuardi sempat melihat korban mondar mandir didepan rumahnya.

Suryadi mengatakan, saat itu saksi sempat menemui korban, dan korban meminta kepada saksi untuk diisikan pulsa sebesar Rp10 ribu.

“Dari pemeriksaan saksi-saksi dan hasil identifikasi yang dilakukan tim Inafis, penyebab korban bunuh diri tersebut diduga akibat adanya permasalahan keluarga dan permasalahan ekonomi,” pungkas Suryadi. 

Sementara itu dari dokumentasi AksiBorneo diketahui, aksi anggota polisi mengakhiri hidup dengan cara gantung diri yang terjadi di Pontianak  bukan baru kali ini terjadi.

Dalam dua tahun terakhir sejak 2022 terjadi tiga kali upaya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Kejadian kali pertama, YD (35), berstatus tahanan BNN (Badan Narkotika Nasional) Prov. Kalbar, menyoba mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri menggunakan slang air di kamar mandi kantor lembaga anti narkoba ini. Mujur upaya nekat itu kepergok aparat dan menyelamatkannya lalu dilarikan ke RS terdekat.

YD sudah diintai sejak beberapa waktu sebelumnya, dicurigai ada main dengan jaringan narkoba lintas batas Sarawak (Malaysia) – Indonesia (Kalbar), dibekuk BNN Kalbar – Kamis (21 April 2022).

Oknum polisi aktif yang bertugas di Bidserse Narkoba Polda Kalbar ini, ditangkap bersama temannya, KM (34) di  dermaga pelabuhan penyeberangan kapal Fery Kelurahan Siantan Tengah, Pontianak Utara.

Dua bulan sebelum upaya YD  melakukan percobaan bunuh diri, tapi tertolong dan jiwanya terselamatkan, warga pernah heboh adanya seorang anggota polisi yang tewas gantung diri.

Persisnya kejadian pada Senin (14/3-2022), warga Jalan Apel, Gang Pisang Berangan, Pontianak Barat dikejutkan dan heboh adanya  temuan orang tewas gantung diri. Apalagi korban AP diketahui adalah anggota Polri.

Bermacam spekulasi pun berkembang saat itu, mulai dari dugaan akibat narkoba sampai dugaan korupsi.

Namun bermacam spekulasi yang semula berkembang tersebut menjadi luput, setelah   Kapolsek Pontianak Barat ketika itu – AKP Muslimin  menjelaskan, tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan dan peristiwa yang terjadi diduga gara-gara asmara.***

Comments
Loading...