Kawal Pilkada
AKSIBORNEO – “Informasi terbaru yang diterima redaksi, menyebut kalau bacawako Pontianak, Mulyadi, adalah seorang Mak Nyah.”
SETELAH ditelusuri, ada pun yang dimaksud dengan Mak Nyah, adalah Harti Hatidjah, Wakil Bendaharawan Umum DPP Partai Demokrat asal Singkawang, Kalimantan Barat.
Harti Hatijah dikabarkan pernah mendaftarkan diri sebagai bacawako (bakal calon walikota) Pontianak 2024-2029 di DPC Demokrat pada akhir Maret lalu.
Kemudian muncul nama Mulyadi, mantan Sekda Pontianak 2018-2023, sebagai calon kompetitor untuk meramaikan pilwako kota ini pada 27 November 2024.
Dalam perjalanan waktu, Mulyadi pun beberapa kali membantah kalau dirinya mundur dari penyalonan. Hal ini antara lain terkait molornya sikap Mulyadi untuk menentukan siapa yang bakal menjadi bakal calon wakilnya.
Awalnya mencuat nama AKBP (Purn) Andi Harun, SH, mantan Kepala BNN (Badan Nasional Narkotika) Pontianak dan salah satu Dewan Pakar PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Provinsi Kalbar yang diamini oleh Mulyadi. Lalu bergulir nama Ustadz Miftahul Ulum, SH.i. Sekretaris DPW PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Kalbar dan mantan 3 priode anggota DPRD provinsi ini juga diamini bacawako yang mantan Sekda Pontianak itu.
Kedua tokoh tersebut sama-sama mendapat suport dan dukungan dari sejumlah ulama dan kalangan berbagai ormas, dan juga dikabarkan didukung oleh PKB untuk mendampingi Mulyadi.
Kalau memakai hitung-hitungan politik, maka Mulyadi yang kabarnya kader Partai Golkar plus Partai Demokrat punya kekuatan lebih 10 kursi kursi di dewan kota, Golkar 6 kursi plus Demokrat 4 kursi.
Lebih tinggi ambang batas Golkar 6 kursi plus PKB 4 kursi plus PPP 3 kursi di dewan kota, total 13 kursi untuk (kalau) Ustadz Miftah atau Andi Harun.
Incumbent sendiri, Edi Rusdi Kamtono – Bahasan (walikota Pontianak 2018-2023) yang diusung Gerindra (7 kursi), didukung PDI-P (7kursi), NasDem (5kursi), dan PKS (5kursi), total 24 kursi di dewan kota. Jika terjadi head to head antara incumbent Edi Rusdi Kamtono – Bahasan dengan tagline Lanjutkan itu vs mantan Sekda Pontianak Mulyadi – Ny.Harti Hatidjah, maka akan terjadi perang kursi; 24 kursi vs 10 kursi.***
