Banner Event

Imbas Pemukulandokter koas UNSRI, Harta Kekayaan Ayah Pemicu: Pejabat di Kalbar “Diintip” Netizen

DIKETAHUI bahwakasus penganiayaanyang viral di media sosial itu terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, di kafe Storia di kawasan Demang Lebar Daun, pada Rabu (11/12-2024).

Seorang dokter koas, Muhammad Luthfi, dipukuli bertubi-tubi oleh seorarang laki-laki berbaju kaos merah, sementara beberapa orang berusaha melerai seperti yang nampak dalam rekaman video yang dibagikan warga net.

Hari itu dokter (koas) Lutfi ditilpun oleh Sri Melina, ibu dari Lady untuk bertemu di kafe tersebut, guna membicarakan masalah jadwal hari piket di FK Unsri.

Awalnya Lady bercerita kepada ibunya, mendapat perlakuan tidak adil berkenaan dengan jadwal piket yang diberikan untuk  menjelang Nataru (natal dan tahun baru).

Dipicu cerita si ‘anak mami’ itulah ibunda Lady lantas menilpun Luthfi untuk pertemuan di kafe itu.

Sri bersama puterinya serta dibawa pula supir pribadi naik ke lantai II kafe menemui Luthfi – Ketua dokter Coas (co-assistant), senior Lady.

Pembicaraan seputar jadwal piket Nataru yang dianggap tidak adil, “Lady jadi stress kecapean tak ada istirahat”, dalih ibunya, sementara Luthfi tak bisa mengubah jadwal yang sudah ditetapkan.

Hal ini membuat Fadilla alias Datuk (37) – supir keluarga Lady naik spaning, menganggap Lutfi tak merespon. Tiba-tiba si Datuk menghujani Luthfi dengan bogem mentah.

Si Datuk itulah yang nampak di layar video memakai kaos merah, melancarkan aksi jagonya pada orang yang tak melawan, Luthfi. Sementara itu Sri dan Lady serta ada dua orang lain di sekitar tak berhasil melerai. Lutfi yang tak berdaya terlanjur sudah bengkak-biru alias lebam-lebam.

Luthfi dilarikan dan dirawat di RS Bhayangkara M.Hasan Palembang karena memar di wajah dan dadanya. Fadilla alias Datuk, supir, sudah berseragam tahanan polisi ditetapkan sebagai tersangka Polda Sumsel sehari kemudian.

Warga Net geram, ngapain supir diajak serta dalam pertemuan kalau tak ada maksud tertentu dibaliknya.

Imbas dari insiden tersebut,  warga net pun menguliti harta kekayaan ayah Lady Aurellia Pramesti atau suami dari Sri Melina bernama Dedy Mandarsyah.

Dedy Mandarsyah merupakan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat (BPJN Kalbar), disebut-sebut mempunyai harta kekayaan milyaran rupiah, dicurigai tak sesuai LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan diminta KPK melakukan pengusutan.

Hingga sekarang keluarga korban kukuh menolak upaya damai dari pihak orangtua pelaku. “Kita tunggu saja di pengadilan”, kata ayah korban, dr coas Muhammad Luthfi.*

Comments
Loading...