AKSIBORNEO – “Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah menjelaskan, kondisi kadar garam air baku Sungai Kapuas dan Sungai Landak masih berfluktuasi.”
PADA Sabtu pagi, kadar garam di kawasan Jalan Imam Bonjol berada di kisaran 1.800 miligram per liter, sedangkan di Selat Panjang, Pontianak Utara, sekitar 2.500 miligram per liter.
“Angka tersebut masih berada di atas batas 600 miligram per liter yang menjadi acuan kelayakan untuk kebutuhan tertentu,” Prokopimkot Pontianak merelease, Senin (21 September 2026).
Karena itu, air tawar dari Desa Radak, Kabupaten Kubu Raya, merupakan langkah penanganan kondisi air baku saat ini. Air yang tiba di Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, kemudian diproses melalui instalasi pengolahan sebelum didistribusikan.
Baca Artikel terkait Sebelumnya: Atasi Intrusi Air Laut, Pemkot Pontianak Datangkan 10 Juta Liter Air Tawar
Abdullah menjelaskan, sistem di reservoir akan memisahkan air tawar dari Desa Radak yang diperuntukkan bagi distribusi langsung menggunakan galon, jerigen, dan nantinya mobil tangki.
Sementara itu, air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan tetap melalui proses pengolahan dan dalam distribusinya masih bercampur dengan air baku Sungai Kapuas.
Untuk memastikan sumber air tawar yang diambil aman sebagai bahan baku pengolahan, Perumda sebelumnya melakukan survei terhadap sejumlah titik di Desa Radak. Tim laboratorium kemudian kembali melakukan pemeriksaan ketika menentukan titik pengambilan air.
“Pemeriksaan dari sisi salinitas, TDS, dan turbiditas. Termasuk juga pemeriksaan kandungan-kandungan lainnya seperti zat besi (Fe). Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan kualitasnya layak, maka kita ambil airnya di titik tersebut,” ujar Abdullah.
Perumda memperkirakan pengolahan lima juta liter air membutuhkan waktu sekitar delapan hingga 10 jam. Pasokan berikutnya juga tengah dipersiapkan. Setelah tongkang pertama selesai membongkar muatan, tongkang tersebut direncanakan kembali mengambil air tawar dari Desa Radak dengan volume yang kurang lebih sama. Sementara itu masih terlihat antrean panjang galon di depo-depo penjualan air bersih, bersumber dari pegunungan atau bukit batu di luar kota Pontianak.***
