AksiBorneo “Walikota Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak berharap, supaya para pengurus masjid dalam mengelola atau memanaj masjid lebih ditingkatkan lagi.”
DIAKUINYA, pengelolaan masjid yang ada sudah baik. Namun dia menilai, masih ada beberapa hal diantaranya yang perlu dioptimalkan dalam tata kelola masjid sebagai tempat ibadah.
“Terutama berkaitan dengan kebersihan, kerapian, tata suara dan sirkulasi udara,” ujarnya usai membuka kegiatan workshop Manajemen Masjid yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kalbar di Aula Rumah Jabatan Walikota Pontianak, Ahad (13 Februari 2022).
Edi mengatakan, dalam pengelolaan masjid juga dibutuhkan kreativitas dan inovasi-inovasi seperti mengatur jadwal pengajian, pengelolaan keuangan masjid dan sebagainya. Oleh sebab itu ide-ide kreatif dan inovatif sangat dibutuhkan dalam mengembangkan manajemen masjid.
“Karena Masjid, selain sebagai sarana untuk beribadah, masjid juga mempunyai fungsi sosial bagi masyarakat sekitar”, tegasnya.
“Kalau saya lihat sebagian banyak masjid sudah bertransformasi ke arah pengelolaan yang lebih profesional dengan transparansi,” katanya.
“Para pengurus masjid harus bisa menciptakan suasana masjid yang nyaman dan memberikan pelayanan yang baik bagi jamaahnya,” tutupnya n transparansi,” tambahnya .
Edi mengingatkan, apabila masyarakat atau jamaah merasa masjid sebagai tempat ibadah yang nyaman, apalagi dianjurkan dan disyaratkan harus salat berjamaah untuk mendapatkan pahala yang besar, maka semestinya jamaah masjid ramai tidak hanya pada saat Salat Jumat atau pada bulan Ramadan saja, akan tetapi salat lima waktu juga ramai.
Dia juga meminta, masjid-masjid yang pengelolaan atau manajemennya dinilai sangat baik, bisa menularkan ilmunya kepada masjid-masjid lainnya.
Para pengurus masjid diharapkan bisa membuat jamaah lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah dengan memberikan pelayanan yang maksimal.*Prokopimkot (re-edit)
