AKSIBORNEO – “Polisi telah berhasil menangkap dan menahan 5 tersangka pelaku lapangan pengeroyok Haris Pratama, plus seorang lainnya – politisi Golkar yang disebut merupakan dalang untuk ‘menghabisi’ Ketua Umum KNPI itu.”
DIKETAHUI sebelumnya, Haris Pratama – Ketua Umum KNPI babak belur dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Terungkap, pada peristiwa Senin (21 Februari 2022) itu ada 4 pelaku, 2 diantaranya berhasil dibekuk polisi dalam waktu singkat, tak sampai 1x 24 jam yaitu MS alias Bram dan JT alias Johar, serta orang yang diduga kuat menyuruh melakukan ‘habisi’ Aris Pratama berinitial SN. dengan bayaran Rp.1 juta.
Disusul kemudian penangkapan terhadap I alias Irwan, sementara A alias Harfi menyerahkan diri. Mereka sehari-harinya berprofesi sebagai debt collector.
Artikel terkait : Polisi Tangkap Pengeroyok Ketum KNPI Haris Pratama, Ternyata Pelaku Bayaran Baru DP Rp.1 juta
Langkah berikutnya, dari keterangan para tersangka eksekutor pengeroyokan, terungkap kalau Politisi Golkar – Azis Samual terkait dalam kasus pengeroyokan terhadap Ketum DPP KNPI Haris Pertama.
Meskipun AS (Azis Samual) tetap keukeuh (bersikeras) tidak mau mengakui keterlibatan dalam kejadian main otot yang membuat wajah Aris Pratama babak belur, polisi tetap dengan hasil penyidikannya, menetapkan AS sebagai tersangka dan dijebloskan ke balik jeruji besi bersama 5 lainnya, para eksekutor di lapangan.
Penetapan itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara disertai bukti-bukti permulaan yang cukup, keterangan saksi-saksi, saksi ahli, dan petunjuk lainnya, maka penyidik Polda Metro Jaya, menetapan Azis Samual sebagai tersangka dan ditahan, terhitung sejak Rabu 2/3-2022).
“Penyidik menetapkan AS (Azis Samual), sebagai tersangka Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 170 KUHP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.
Namun pihak KNPI sendiri meragukan kalau S (Azis Samual) adalah dalang dibalik pengeroyokan terhadap Haris Pratama. Seperti disampaikan oleh Karateker KNPI DKI Jakarta – Bintang Wahyu Saputra. Pihaknya meyakini Azis Samual bukan sebagai dalang dalam kasus ini, melainkan hanya sebagai suruhan pihak lain.
Pasca kejadian, Haris Pratama pernah mengatakan tak kenal mengenal dengan para pengeroyok dirinya – yang belakangan diketahui merupakan para deb colector (penagih utang), sedangkan dia mengaku kalau dirinya tak pernah ngutang.
Sebegitu jauh, meskipun politikus Partai Golkar – Azis Samual bersama lima tersangka lainnya sudah meringkuk di ruang hotel prodeo, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman.* ABN(berbagai sumber)
