AKSIBORNEO – PONTIANAK, “Banyak orang beriman, tapi hanya sebagai identitas belaka, maka iman tanpa taqwa adalah sia-sia. Taqwa sebagai tanda bersyukur atas segala dinikmat yang tak terhingga yang diberikan Allah SWT.”
DEMIKIAN antara lain disampaikan oleh khatib Ustadz Sadirwan Umar dalam khotbah Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, di masjid ‘Darul Muttaqien’ Pontianak Barat, Senin (2 Mei 2022).
Taqwa dalam keseharian kita adalah menyampaikan rasa sukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikanNYA. Terutama nikmat umur, nikmat kesehatan jasmani dan rohani, nikmat rezeki serta nikmat-nikmat lain yang tak terhingga, tak dapat diukur atau dihitung dengan angka-angka.
Nikmat rezeki itu jangan diukur dengan materi, berbentuk harta, nikmat umur dan kesehtan juga merupakan rezeki.
Hidup mesti berbagi, harus bermanfaat bagi orang lain, ‘khairunnas anfauhum linnas – sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain’.
Dengan demikian sudah mengaplikasikan sikap mental bertaqwa, yaitu melaksanakan segala perintah Allah SWT dan tidak mengerjakan laranganNYA.
Berbagi ilmu bagi yang berilmu, jangan takut kehilangan ilmu. Berbagi harta bagi yang punya harta, jangan takut harta akan berkurang. Allah SWT telah menentukan, menetapkan rezeki kita masing-masing. Ilmu ituuga j merupakan rezeki.
“Beriman tapi tak bertaqwa. Contoh sederhana tapi nyata hari ini, pagi saat salat Ied masjid penuh melimpah ruah, nanti begitu zuhur hilang, asar raib dengan macam-macam alasan, misal silaturahmi mengunjungi keluarga, banyak tamulah dan sebagainya.
Contoh dalam skala lebih luas disampaikan oleh Sadirwan Umar Spd.I, Mpd.I yang juga Pimpinan Ponpes Tahfizh Qur’an Misbah Al Mizan kota Pontianak, dalam hal sikap mental seseorang pemimpin.
“Pemimpin juga harus bermanfaat bagi rakyat dengan mensejahterakan rakyat. Bukan makan uang rakyat !”.ujarnya.*
