Banner Event

Upaya Kopda Muslimin Bunuh Istri dari Racun Hingga Santet dan Penembakan, Justru Sang Suami yang Ditemukan Tewas Misterius

AKSIBORNEO – “Adanya upaya pembunuhan istri yang diduga didalangi oleh suaminya sendiri, oknum TNI-AD – Kopda Muslimin, terungkap setelah 4 eksekutor lapangan ditangkap plus seorang penyedia sarana.”

DARI keterangan keempat saksi yang ditangkap polisi, semua mengarah kepada Kopda Muslimin (39) yang membayar untuk menghabisi isterinya sendiri, Rina Wulandari (34). Sementara Kopda Muslimin menghilang setelah kejadian penembakan di depan rumahnya, dan dihadapan bocah – anak  perempuannya yang baru dijemput pulang dari sekolah, di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7-2022).

Kopda Muslimin diduga sudah empat kali memerintahkan pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya. Kali pertama akan diracun, tapi dibatalkan takut ketahuan. Lalu dengan disantet tapi tak mempan atau gagal.

“Sudah sekitar 1 bulan lalu suami korban memerintahkan dengan target menewaskan istrinya,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen  Ahmad Luthfi, seperti dilansir Antara, Senin (25/7-2022).

Baca Artikel Terkait : Polisi Tangkap Semua Pelaku Penembak Istri Anggota TNI, Ada Dugaan Keterlibatan Suami Korban Sendiri  

Kopda Muslimin sendiri yang memandu para penembak bayaran lewat HP, “orangnya nanti pakai jaket kuning,” kata Muslimin seperti ditirukan Sugiyono, salah seorang eksekutor lapangan. Kemudian Muslimin sendiri yang mengantar korban (isterinya) ke RS.

Dari RS pula Muslimin menyelesaikan janjinya, tapi baru Rp120juta. Total Rp.400juta termasuk sebuah mobil Yaris dan sebuah sepeda motor, sebagai bonus kalau istrinya meninggal. Hanya di hari kejadian itu Muslimin kelihatan di luar kamar operasi RS, untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh korban. Setelah itu Kopda Muslimin tak kelihatan lagi.

Setelah lebih sepekan Kopda Muslimin menghilang dari kesatuannya, dia diketahui pulang ke rumah orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7-2022).

“Tadi pukul 05.30 WIB bahwa Saudara M pulang ke rumah orang tuanya, namanya Mustakim”, kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

Kopda Muslimin, mengakui perbuatannya kepada orang tuanya dan minta maaf.  Lalu Kopda Muslimin dinasihati Mustakim agar menyerahkan diri ke polisi. Namun Kopda Muslimin tak bergeming. Tak lama setelah itu, dia muntah-muntah, dan

mulutnya mengeluarkan buih, lalu tidak sadarkan diri.  Sesaat kemudian diketahui, dia meninggal sekitar 1,5 jam setelah berada di rumah orangtuanya.

“Didapati pukul 07.00 WIB meninggal dunia,” ujar Ahmad Luthfi.

“Kita dari Inafis dan POM melakukan olah TKP untuk memastikan meninggalnya korban, nanti secara yuridis formal akan kita lakukan autopsi atas persetujuan keluarga untuk sebab kematian itu sendiri,” jelasnya.***

Comments
Loading...