Banner Event

Mahfud MD Puji Polri Setinggi Langit. Netizen Tanya Kasus 6 Mayat di KM50, Mahfud Bungkam. DPR Sebut Mahfud Menteri Komentator

AKSIBORNEO – “Menkopolhukam Mahfud MD puji Kepolisian Republik Indonesia hebat dalam penyelidikan dan penyidikan. Netizen pun geram, ditanya gimana dengan tragedi KM50, Mahfud bungkam.”

PUJIAN Mahfud setinggi langit kepada Polri itu terkait pengungkapan kasus pembunuhan Polisi Tembak Polisi yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Melengkapi pujiannya, dikutip dari Kompas.com, Mahfud memberi contoh ketika Ketua KNPI – Haris Pertama dikroyok di gang sempit dan diprediksi tak akan ada yang tahu.

“Saya langsung kontak Kapolda Fadil, saya bilang, ‘Polri punya semua alat dan keahlian untuk menemukan mereka. Cari!’. Kapolda bilang siap dan tidak sampai 24 jam para pengeroyok sudah ditangkap,” imbuhnya.

Konstruksi hukum pembunuhan Brigadir J akan tuntas di tingkat polisi (insyaallah). TSK akan diumumkan hr ini. Sdh lama sy pny impresi POLRI kita hebat dlm penyelidikan dan penyidikan. Kasus mutilasi yg mayatnya sdh terserak di berbagai kota sj bisa dibongkar. Ingat kasus Ryan?

— Mahfud MD (@mohmahfudmd) August 8, 2022

Cuitan Menkopolhukam direspons oleh banyak pihak yang mempertanyakan tragedi KM50 

“Waktu KM50 langsung telpon Kapolda juga nggak prof, 6 mayat lho,” balas @Rus*****di

“Kalau kasus KM50 pegimane Prof?” tanya @Putra********95 yang me-requote cuitan Mahfud.

Pada waktu yang sama, tagar #SquadPenjagalKM50 juga menjadi trending topik di Twitter.

Seperti diketahui, tragedi KM50 terjadi pada akhir Desember 2020, ketika polisi menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam yang sedang mengawal Muhammad Rizieq Shihab di Rest Area KM 50 Tol Cikampek. Hingga kini belum ada tersangka yang dihukum dari peristiwa tersebut.

Karena sering komentari banyak soal di twitter pribadinya maupun saat diwawancara pers, Mahfud MD juga disebut sebagai Menteri Komentator,bukan Menteri Koordinator.

Terlihat ketika dia menyinggung DPR, dipetik dari  detik,com yang  disebutnya hanya diam saja pada kasus Brigadir Yoshua.

“Misalkan saya katakan, psikopolitisnya, semua masyarakat heran, kenapa sih ini DPR kok diam? Ini kan kasus besar. Biasanya kan ada apa… paling ramai manggil-manggil. Ini nggak ada, tuh,” kata Mahfud saat wawancara dengan Kompas TV.

Menyinggung soal pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menyebut DPR diam terhadap kasus kematian Brigadir Yoshua. Ketua DPR-RI Bambang Pacul mengatakan, karena DPR, terutama Komisi III DPR sadar posisi.

“Kalau Menko Polhukam ngomong bahwa itu DPR kok tidak ribut justru karena DPR sadar posisi. Kita malah justru bertanya apakah Menko Polhukam itu punya posisinya memang tukang komentar?” tanyanya.

Pacul pun mempertanyakan, mengapa Mahfud kerap berkomentar dalam kasus Brigadir Yoshua. Pacul mengungkit saat Mahfud mengumumkan tersangka ketiga di kasus itu sebelum Polri mengungkap ke publik.

“Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Saya bertanya sebagai Ketua Komisi III DPR, apakah itu masuk di dalam tupoksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan? Koordinator, lo, bukan komentator. Menteri koordinator bukan menteri komentator,” ujar Pacul.

Dari pantauan AksiBorneo, sindiran Bambang Pacul tersebut dan netizen yang mempertanyakan Kasus KM50, Sang “Menteri Komentator” bungkam tak bisa komentar. “KM50 tuh, 6 mayat lho prof”, komen salah satu netizen.*aksiborneo/kompas/detik

Comments
Loading...