Banner Event

Namanya Terseret di Kasus Horor di Duren III, Orang Dekat Kapolri ini Beri Klarifikasi dan Mengundurkan Diri

AKSIBORNEO – “Setelah satu bulan berjalan, tragedi berdarah di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Jalan Duren III, Pancoran, Jakarta Selatan, kasusnya berangsur-angsur mulai tak lagi remang-remang.”

TABIR gelap yang menyelimuti peristiwa horor yang menewaskanNofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J di kediaman dinas mantan Kadiv Propam Polri itu, mulai menampakan titik terang setelah puluhan saksi diperiksa, empat diantaranya telah ditetapkan menjadi tersangka. Termasuk Ferdy Sambo sendiri yang telah ditetapkan sebagai pelaku utama yang mendalangi pembunuhan berencana terhadap anak buahnya sendiri.

Setelah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pernyataan resmi, Selasa (9/8-2022) sore, bahwa Irjen Ferdy Sambo tersangka kasus pembunuhan berencana, Kapolri menjawab pertanyaan soal  adanya satu nama lain yang belum tersentuh pemeriksaan terkait terbunuhnya Brigadir J.

Kapolri menyebut tentunya juga tengah mendalami kabar tersebut

“Jadi pertanyaan pertama tadi, kami sedang melakukan pendalaman, tim sedang bekerja,” kata Kapolri Listyo Sigit.

“Tentunya, apabila kita temukan, pasti kita proses,” kata Sigit.

Orang tersebut disebut-sebut sebagai orang dekat Kapolri yang dihubungi Ferdy Sambo sesaat pasca tewasnya korban.

Si ‘orang dekat’ disebut bernamaFahmi Alamsyah, dia adalah Staf Ahli Kapolri bidang Komunikasi Publik sejak Kapolri Jendral Idham Aziz di 2020.

Fahmi disebut merupakan orang yang paling awal mengetahui adanya tragedimaut di Duren III. Itu karena dia dihubungi Ferdy Sambo untuk menyusun skenario kronologi tewasnya Brigadir J sebagai akibat peristiwa tembak menembak pasca pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri sang jenderal.

Namanya dibawa terseret ke dalam kasus Polisi Tembak Polisi yang menghebohkan itu, Fahmi Alamsyah memberikan klarifikasinya.

Baca Artikel terkait : Irjen Ferdy Sambo Tersangka Dalang Pembunuhan Brigadir J! Siapa yang Disebut-sebut Orang Dekat Kapolri Diduga Terlibat?

Penasihat Ahli Kapolri bidang Komunikasi Publik itu, menyeritakan soal bantuannya kepada Irjen Ferdy Sambo (kini tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat).

Dia menerangkan, pertama tidak pernah ada di TKP pada hari kejadian, Jumat (8Juli 2022).
Kedua, yang dimintakan bantuan oleh FS bukan menyusun skenario kronologis, tapi draf rilis media,” kata Fahmi.

Menurutnya, dia dimintai bantuan oleh FS untuk membuatkan poin-poin keterangan tertulis soal kejadian. Draf keterangan tertulis tersebut ditegaskan Fahmi, sesuai  versi Ferdy Sambo.

Baca Artikel Terkait : Pakar Ekspresi Bongkar Kejanggalan Permintaan Maaf Irjen Ferdy Sambo ‘Bukan Bicara dari Hati’

Menariknya, gara-gara namanya dibawa-bawa ke dalam kasus tewasnya Brigadir J,  Fahmi Alamsyah menarik diri atau mengundurkan diri dari jabatan Staf Ahli Komunikasi Publik Kapolri secara resmi hari itu juga, Selasa (9/8-2022).

Ditanya apa alasannya mengundurkan diri, dia menyebut tak mau bikin tambah pusing Kapolri Jendral Listyo Sigit. *

Comments
Loading...