Kawal Pilkada
AKSIBORNEO – “Dalam gebyar penyalonan Gubernur Kalbar, banyak pertanyaan dari kalangan masyarakat, apakah incombent gubernur-wakil Gubernur Kalbar 2018-2023, Sutarmidji – Ria Norsan, akan tetap berpasangan di Pilkada 2024 ini?”
DIANTARA sejumlah kader partai yang sudah menyatakan diri siap dengan mendaftar ke beberapa partai sebagai bakal calon gubernur, pasangan pertahana atau incombent gubernur – wakil gubernur Kalbar 2018-2023, Sutarmidji – Ria Norsan, memang cukup banyak menarik perhatian.
Masalahnya, banyaknya rumor yang beredar, bahwa pasangan pertahana tersebut, tidak harmonis sejak awal dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah ini.
Baca Artikel terkait : 6 Bacalon Gubernur Kalbar, Sutarmidji – Ria Norsan PecahKongsi
Ketidakharmonisan itu mempertajam rumor ketika Ria Norsan menyatakan pada 2022 silam, kalau pandemi Covid-19 sudah tidak ada lagi, sehingga saft salat berjamaah di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, boleh dirapatkan kembali. Pengumuman sang wakil gubernur tersebut membuat berang Gubernur Sutarmidji yang menyebut Covid-19 masih ada, shaf Mujahidin mesti ditandai berjarak kembali.
Namun, di awal pendaftaran sebagai bakal calon gubernur yang dibuka oleh Partai Demokrat, dalam kesempatan terpisah baik Sutarmidji maupun Ria Norsan, menyatakan msih akan berpasangan untuk menjadi Gubernur Kalbar 2024-2029.
Akan tetapi maju mendaftar masing-masing, tidak bersama-sama, ditandai publik sebagai gelagat ‘pecah kongsi’. Demikian seterusnya, hal yang sama terjadi ketika pertahana gubernur-wakil gubernur 2018-2023 itu, mereka jalan masing-masing mendaftar ke parpol-parpol lainnya.
Ketika menyerahkan kembali berkas pendaftaran bacagub Kalbar ke Sekretariat DPW Partai Amanan Nasional (PAN) Kalbar di Pontianak, Sabtu (4/5-2024), Ria Norsan memberikan jawaban normatif saja ikhwal Sutarmidji ingin tetap berdampingan bersama sebagai gubernur dan wakil di Pilkada 2024 ini.
“Sutarmidji menyatakan masih ingin berpasangan dengan saya, tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi, yang namanya politik fleksibel, last minute bisa tejadi,” kata Norsan.
Ria Norsan juga mengatakan, bahwa sebelum penyerahan berkas penjaringan ke PAN, telah lebih dulu ke Partai Demokrat dan Golkar.
Diketahui Ria Norsan adalah kader Partai Golkar sebagai Ketua Pembina.
Awalnya yang bakal maju sebagai bacagub Gubernur Kalbar dari partai berlambang pohon beringin itu, adalah Maman Abdurakhman, Ketua DPD Golkar Kalbar dan anggota DPR-RI 2 priode Wakil Ketua Komisi VII.
Namun Maman mengundurkan diri dengan alasan tidak mau mengecewakan konstituannya di Dapil Kalbar I – yang telah memberikan suara signifikan untuk duduk kembali di DPR-RI kali ke 3.
Sebagai penggantinya partai berlambang pohon beringin itu merekomendasikan Ria Norsan ketua pembina partainya untuk maju menyalonkan diri sebagai Gubernur Kalbar 2024-2029. Otomatis, secara tak langsung Ria Norsan sudah berisyarat sayonara kepada Sutarmidji. Apalagi Ria Norsan sudah menimang-nimang dua nama bacawagub dirinya.
Sementara itu, Sutarmidji yang sejak awal dibesarkan oleh PPP mulai dari awal Reformasi 1998 sampai dengan menjadi Gubernur Kalbar 2018-2023, telah meninggalkan partai berlambang Ka’bah ini tanpa assalamualaikum.
“Itu hak politik orang, hak politik dialah kemana mau pergi, cuma soal etika sajalah. Lagipula KTA dia pun expired (kadaluarsa) kok”, kata Sekretaris DPW PPP Kalbar kepada AksiBorneo, Rabu (15/5-’24) sore di sekretariat partai ini.
Informasi yang beredar dari kalangan politisi di Kalbar, bahwa Sutarmidji diam-diam memang sudah meninggalkan partai yang membesarkannya selama seperempat abad terakhir (PPP), meloncat ke NasDem.
Anak perempuan Gubernur Kalbar 2018-2023 itu, Dytha Damayanti Pratiwi, juga lolosnya di pemilu 2024 lalu, untuk Dewan Kota Pontianak 2024-2029, merebut satu kursi dari NasDem.***
Artikel terkait: PPP Tambah Waktu Pendaftaran Bacagub Kalbar, Sudah ada Lasarus, Budi, dan Muda
