
Sudut Pandang by, Effendy Asmara Zola
AKSIBORNEO – “Waktu tunggu untuk tahapan pendaftaran serentak kepala derah semua tingkatan ke KUPD makin dekat, tak sampai satu bulan lagi, 27 Agustus 2024.”
DI Kalimantan Barat dan Pontianak yang merupakan ibukota provinsi ini, situasi politiknya nampak adem ayem saja, padahal kondisinya bak api dalam sekam.
Setelah gonjang ganjing soal perseteruan seperiuk antara gubernur Kalbar Sutarmidji dengan wakilnya, Ria Norsan berlarut sejak April ’24, akhirnya rujuk kembali meluruskan babak incombent 2018-2014.
PD (percaya diri) dengan hasil survai 38 % lebih, keduanya terus melenggang sambil terus mengkalkulasi harapan hasil survai keduanya meningkat.
Begitu pula dengan new comer Lasarus, Ketua DPD PDIP Kalbar sekaligus Ketua Komisi V DPR-RI, terus memainkan aksi tebar pesona di lapangan, seperti misalnya turney melongok insprastruktur jalanan di Kabupaten Sanggau yang merana.
Lasarus yang diperhitungkan bakal menjadi rival berat incumbent Sutarmidji-Ria Norsan, dikabarkan saat ini telah mengantongi 47.04% hasil survai. Sementara sang incumben konon masih mengejar dengan peningkatan angka survai menjadi 44,8%.
Sang penantang, Lasarus, setakad ini masih belum nampak tegas menetapkan siapa bakal calon wakilnya. Meskipun sudah memastikan calon wakilnya akan drekrutnya dari yang Muslim.
Hanya dari rumor yang beredar menyebut-nyebut nama Syu’ib – Wakil Ketua DPRD Kalbar bakal menjadi taysennya. Masih melekat rumor nama Hildi Hamid, mantan bupati Kayong Utara dua priode (2008-2013/2013-2018) dan mantan dutabesar Azerbaijan (2019-2024).
Masih ada pasangan lain, yaitu new comer Muda Mahendrawan – mantan Bupati Kubu Raya (2009-2014/2019-2023) berpasangan dengan Suryanto Tanjung, yang bearti akan menjadi penantang new comer lainnya – Lasarus sekaligus terhadap incumbent Sutarmidji – Ria Norsan.
Namun sayangnya, survai menunjukan angka 16% saja jika Muda berpasangan dengan Suryanto Tanjung, sementara Hildi Hamid secara pribadi memiliki angka kepercayaan dalam survai 28%.
Lelucon buat kita semua, Lasarus jika menarik Syu’ib untuk menjadi bakal calon pendamping, karena Syu’ib yang Wakil Ketua DPRD Kalbar dari partai HANURA, atau Hildi Hamid yang diketahui adalah juga tokoh partai besutan OSO (Oesman Sapta Odang) itu, sementara pasangan Muda Mahendrawan adalah Suryanto Tanjung yang diketahui adalah Ketua DPD Kalbar Partai HANURA.
Jadi terlihat yang tengah ramai, atau setidaknya sedang menjadi pembicaraan ramai, tiga tokoh HANURA tengah ikut berkubang di kancah ‘perpeloncoan’ Pilkada Kalbar 2024 ini, yaitu Suryanto Tanjung, Syu’ib, dan Hildi Hamid.
Sementara itu Lasarus masih nampak anteng-anteng saja dengan hitung-hitungannya, menyiapkan ‘kuda hitam’ yang dikantonginya untuk menjadi pendamping.
Lasarus yang dibawahi 20 % suara atau 13 kursi DPRD Kalbar 2024-2029 dari 65 kursi, diprediksi bakal menguasai 5 kabupaten di belahan timur provinsi ini, yaitu Kabupaten Melawi, Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, dan Sanggau.
Olehkarena itu, Lasarus merasa perlu ‘kuda hitam’ yang bisa memperkuat posisi strateginya di ke-5 kabupaten tersebut. Belum lagi Kab.Landak dan Bengkayang, Singkawang, sebagian Sambas dan sebagian Ketapang, sebagian Kubu Raya, dan sebagian Kota Pontianak.
Maka olehkarena itu incumbent Sutarmidji-Ria Norsan mesti jeli dengan nyali untuk memutus mata rantai kekuatan sang new comer Lasarus, dan ‘Kuda Hitam’ nya nanti.
Dalam pada itu agaknya pasangan bacagub-bacawagub Muda Mahendrawan-Suryanto Tanjung yang cuma berada di posisi 16% hasil survai, tidak atau kurang menjadi perhitungan di kancah perpolitikan provinsi ini kini. Menggambarkan prediksi bakal terjadi pertarungan head to head antarasang incumbent Sutarmidji-Ria Norsan vs new comer Lasarus.
Muda Mahendrawan yang tadinya maju dan mundur dari calon perseorangan, kemudian mengaku mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Partai Hati Nurani, PAN, dan PPP.
Namun PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Kalbar nyatanya tidak memberikan dukungan kepada mantan Bupati Kubu Raya itu, Ketua DPW PPP Kalbar sendiri – Abang Muhammad Nasir yang menyampaikan rekomendasi dukungan partainya untuk Lasarus for Gubernur pada tanggal 9 Juni 2024.
Apa lagi Muda Mahendrawan baru-baru ini diingatkan dengan permohonan terbuka dari seorang ulama, Drs Zulfan Affan Abdurahman, SH., agar kali ini jangan dulu ikut menyalonkan diri untuk menjadi gubernur Kalimantan Barat. Mengapa?
Apa yang tersurat dan tersirat dalam permohonan terbuka Buya Zulfan di akun face book pribadinya tersebut, sangat bermanfaat diharapkan menjadi perhatian Muda Mahendrawan, demi kemaslahatan umat.
Baca Artikel terkait : Pesan Buya Zulfan ke Muda Mahendrawan, Jangan Dulu Nyalon Gubernur Kalbar. Mengapa?
Diketahui untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur 2024-2029, yang bersangkutan mesti mengantongi minimal 20% dari jumlah kursi terpilih, merujuk pada ketentuan Presidential Threshold (PT) atau ambang batas yang berlaku juga bagi pemilihan kepala daerah.
PDI-P Kalbar diketahui mempunyai kekuatan 20% dari 65 kursi DPRD I Kalbar 2024, atau 13 kursi. Artinya Lasarus – Ketua PDI-P Kalbar telah mempunyai kekuatan cukup untuk tampil sendiri tanpa dukungan kekuatan partai lain. Namun agaknya dengan menghormati etika politik, Lasarus tetap melakukan sowan (komunikasi) dengan kesemua 9 parpol lainnya di lembaga legislatif provinsi ini.
Sedangkan incumbent Sutarmidji-Ria Norsan yang diusung NasDem masih perlu tambahan ‘amunisi’, karena NasDem hanya berkekuatan 10 kursi. Untuk itu Golkar yang punya 9 kursi dimana Ria Norsan sebagai Ketua Pembina partai berlambang pohon beringin ini, tentu saja turut sebagai peserta pengusung. Didukung oleh Partai Demokrat (6 kursi), PKS (2 kursi), dan PKB (5 kursi). Jumlah 32 kursi ini telah melebihi ambang batas 20% untuk incumbent Sutarmidji – Ria Norsan aman berlaga vs new comer, Lasarus.
Tinggal lagi perpacuan survai saat ini antara Sutarmidji-Ria Norsan vs Lasarus dalam kondisi saling kejar-mengejar masing-masing di atas 40%, maka salah satunya adalah pemenang, jika head to head terjadi.
Artinya menang di angka survai sampai dengan jadwal tahapan pendaftaran di KPUD 27 – 29 Agustus 2024 dan penetapan pasangan calon pada 2 September 2024. Menang KO-nya tunggu nanti, 27 November 2024 – 16 Desember 2024.
Berdasarkan instruksi Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Sukarnoputri, calon kepala daerah berasal dari kader PDI-P dimana pun, harus mencapai target survai minimal 52% di atas pesaing.***(pontianak,28/7-2024)
Baca juga : Kuda Hitam Cawagub Kalbar
