Exclusive, sekilas in memoriam
AKSIBORNEO – “Kabar wafatnya tokoh nasional Hamzah Haz hari itu, Rabu (24 Juli 2024), bagi sebagian orang mungkin merupakan kabar yang mengejutkan. Namun tidak demikian bagi saya.”
TIDAK terkejut, karena dari kondisi sehat hingga proses sakitnya, saya ikuti perkembangannya melalui berita berbagai media maya, sehingga ucapan Inalillahi wa ina ilaihi rajiun terucap dengan satu tarikan nafas panjang. Kulu nafsin zaikatul maut.
Hamzah Haz, Bsc., begitu kami mengenal dia awalnya ketika dia menjadi wartawan Suratkabar Harian BEBAS Pontianak selama lk. 1 (satu) tahun, 1962. Sempat pula menjadi guru sebentar.
Pada pasca peristiwa G.30.S/PKI (1966), Hamzah Haz sempat berkiprah di suratkabar DUTA MASYARAKAT Edisi Kalbar yang diterbitkan oleh NU (Nahdlatul Ulama) provinsi ini, juga tak lama kiprahnya.
Kami bertemu lagi ketika saya menjadi Cama (Calon Mahasiswa) di acara Mapram (Masa Perkenalan Mahasiswa) di gedung Sekretariat Universitas Daya Nasional (Undanas) 1968, di Jalan Tanjungpura, Pontianak, cikal bakal Universitas Tanjungpura (Untan), 1973 sampai sekarang.
Banyaklah membaca buku-buku pintar kalau mau jadi orang pintar
“Sudah dapat berapa ratus tandatangan”, tegurnya menyapa saya.
“Belum, belum punya mentor sih Bang”, saya memberikan jawaban.
Sadisnya masa perpeloncoan kala itu yang kami harus lalui 30 hari penuh sejak subuh hingga tengah malam, membuat Hamzah Haz maklum. Tidak akan ada mahasiswa senior yang mau membubuhkan tandatangan di “buku suci” kalau belum punya mentor.
Hamzah Haz yang BSc, rupanya melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi di Undanas, tapi putus di tengah jalan karena dia giat berpacu di kancah politik. Hanya sampai di tingkat gelar BSc (Sarjana Muda Ekonomi) disandangnya dari Akademi Koperasi di Yogyakarta. Dan sempat menjadi pegawai IKKI (Induk Koperasi Kopra Indonesia) Kalbar di Pontianak.
“Sinik aku yang jadi mentor kau”, ujarnya dalam bahasa Melayu yang kental.
“Masih jadi wartawan?” tanya Hamzah Haz sambil menuliskan namanya sebagai mentor dan membubuhkan tandatangannya di “buku suci” cama.
“Jalan terus Bang, masih belajarlah”, jawab saya.
“Bagus, jalan teruslah. Banyaklah membaca buku-buku pintar kalau mau jadi orang pintar. Baca tulisan orang lain juga di suratkabar-suratkabar yang ada,” pesannya.
Hamzah Haz terus melejit di karier politik, sempat mendirikan PMII ketika sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Undanas, dan menjadi Ketua.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah pilihannya, sampai ia menjabat Ketua Umum DPP partai berlambang Ka’bah itu, menjadi anggota DPR-RI yang dikenal sebagai ahli APBN, Menteri Ekonomi dan Investasi di era Presiden BY Habibi, hingga menjadi Wakil Presiden ke 9 RI mendampingi Presiden ke 5 RI Megawati Sukarno Putri, 2001 – 2004.
Pesannya yang saya rasakan sebagai nasihat bermanfaat hingga hari-hari akhir saya saat ini, menjadi kutu buku; banyaklah membaca buku-buku pintar kalau mau jadi orang pintar, baca juga tulisan orang lain.
Saya ketahui, beliau adalah pengagum kolomnis H.Mahbub Djunaidi dan MAW Brower di Harian Kompas dulu.
Memori ini, terbatas hanya untuk mengenang pesannya saat Bang Hamzah menjadi mentor saya ketika menjadi cama; banyaklah membaca buku-buku pintar kalau mau jadi orang pintar.
Selebihnya, tentang perjalanan karir putera Ketapang ini, banyak bertebaran dalam berbagai catatan lepas.
Saya kenang almarhum sebagai sosok yang taat beribadah, sulit melihatnya marah, tak pernah marah atau berkata kasar. Selalu melempar senyum di hadapan wartawan, dan ucapan-ucapan atau kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya tersetruktur, sehingga kalau ada press konfrensi, kata-katanya bisa otomatis merupakan berita yang ready to print.
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meinggalkan nama.
Almarhum Hamzah Haz adalah putera asli Ketapang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kelahiran tanggal 15 Februari 1940, meninggalkan nama baik – wafat di Jakarta dalam usia 84 tahun pada Rabu 24 Juli 2024.
Inalillahi wa ina ilaihi rajiun….. Selamat jalan Bang Mentor, Semoga Amal Kebajikanmu Diterima oleh Allah SWT. Aamiin….
Baca juga Arikel terkait : Hamzah Haz, Putra Kalbar Eks Wapres ke 9 RI Tutup Usia di Usia 84 Tahun
