Banner Event

Amuk Emak-emak: Pelaku Tak Menyesal Bunuh Anak Tiri, Tapi Menyesal Ketahuan

DIKETAHUI reka ulang pembunuhan terhadap Ahmad Nizam Alfahri (6), dengan pelaku Iftahurrahmah, ibu tiri korban, dilakukan pada Sabtu (24/8-24).

Sementara massa telah menyemut ingin menyaksikan di TKP, Jalan Purnama Agung, Gang Purnama Agung 7 G-3, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Beruntung pelaku cepat diselamatkan oleh aparat kepolisian pengaman reka ulang, dari amuk massa dan segera dinaikan ke mobil untuk dibawa kembali ke Mapolda Kalbar di Jalan Ahmad Yani I, Pontianak.

Massa yang kebanyakan adalah emak-emak geram, ingin melihat jelas wajah pelaku yang dihujat sadis, biadab, kejam, dan kata-kata lain yang kurang pantas.

Iftahurrahmah (24) ditetapkan sebagai tersangka sehari sebelum reka-ulang, Jumat (23/8-24), karena telah menelantarkan anak tirinya yang masih kelas I SD itu, kedinginan dan kelaparan sehingga meregang nyawa.

Ibu Muda yang Bengis, Anak Tiri 7 Tahun Dianiaya dan Mati Kelaparan      

Ini Tampang Ibu Tiri yang Bunuh Anak di Pontianak Ternyata Pendatang dari Palembang

Tiwi, ibu kandung Ahmad Nizam Alfahri, mendapat pemberitahuan dari mantan suaminya, Ichan – ayah  korban, bahwa anak mereka telah dibunuh Iftahurrahmah.  

Mulanya Tiwi mendapat kabar Nizam hanya hilang. Tiwi yang syok diketahui berada di Pontianak, di RS Bhayangkara pada Jumat (23/8-24) dan sempat menemui ibu tiri Nizam dengan tegar, menanyakan mengapa tega membunuh anaknya.

Pelaku mengakui perbuatannya, karena Ichan lebih menyayangi Nizam daripada anak pelaku, baru berumur satu tahun.

Pelaku tak menunjukan tanda-tanda menyesali perbuatannya, tapi menyesal perbuatannya ketahuan.

Tiwi  yang berusaha tegar, tabah menghadapi musibah mengatakan ihlas, tapi siapa yang tak sedih kehilangan anak kesayangan, tak ada lagi yang ditimang, tak ada lagi yang bermanja-manja.

Tiwi berharap nantinya,  si ibu tiri diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.*

Comments
Loading...