Banner Event

ISU Liar Berkembang, Bacagub Kalbar Bubar: Sutarmidji vs Ria Norsan

Kawal Pilkada

JIKA isu tersebut benar adanya, bukan sekadar isu politik, maka sinyalemen awal AksiBorneo benar pula adanya. Memang retak menyari belah.

Masalahnya, banyak rumor yang beredar, bahwa pasangan pertahana tersebut, tidak harmonis sejak awal dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah ini. Maka disebutlah pasangan incumbent gubernur Kalimantan Barat itu pecah kongsi.

Namun isu tersebut terbantahkan, sang incumbent dikabarkan rujuk setelah diterpa badai tidak harmonis di masa pemerintahan keduanya, (2018-2023).

“Maok gimane agiklah die (Ria Norsan)”, jawab Sutarmidji dengan ciri khasnya tetap menggunakan bahasa Melayu dalam berdialog (Mau bagaimana lagi dia).

Pada potongan wawancara AksiBorneo Selasa (21 Mei 2024) itu, incumbent Gubernur Kalbar yang mantan dosen Fak.Hukum UNTAN Pontianak ini menuturkan, dari kalkulator politik Ria Norsan akan merugi jika maju sebagai cagub.

Rujuk yang ditandai dengan acara Coffee Morning bersama sejumlah awak media di sebuah kafe, Ahad (19 Mei 2024), boleh disebut hanya sekadar back to my friend diantara keduanya, karena tanpa legalitas, bukan deklarasi.

Isu liar mulai berkembang pada akhir Juli 2024, Sutarmidji – Ria Norsan bubar alias cerai lagi di ujung masa idah.

Taysen baru Sutarmidji pun bertaburan di berbagai medsos (media sosial). Diawali oleh Sutarmidji sendiri yang mengunggah foto di medsos (medsos) pribadinya, dirinya berpasangan dengan mantan Kapolda Kalbar, Irjen Pol (Purn) Didi Haryono, dengan tagline Lanjot Agik, Kamis (8/8-2024) sore.

Didi yang kelahiran Sambas (Kalbar) pada 1962 itu, adalah mantan Kapolda Kalbar 2017-2020, dan kini masih Komisaris Utama Bank Kalbar sejak purna tugas di kepolisian pada 2020.

Namun, seseorang orang dekat Sutarmidji membantah isu tersebut sekadar isu politik belaka, karena disebutkan belasan truck telah menurunkan ratusan karung alat peraga (baliho) bernilai ratusan juta rupiah ke rumah Sutarmidji di Jalan M.Syafe’i No.31 Komplek UNTAN, bergambar Sutarmidji – Ria Norsan, yang akan diperagakan pada tahapan kampanye nanti.

Sementara Sutarmidji seperti biasa selalu menanggapi persoalan yang muncul secara santai, tanpa memandang latarbelakang dan memikirkan efeknya, ‘sekadar posting kan boleh?’ ujarnya.

Bila kawin-cerai itu benar-benar terjadi, lalu kemanakah Ria Norsan akan berlabuh dan mencari pasangan baru setelah Sutarmidji diusung NasDem (10 kursi), didukung Gerindra (9 kursi) dan PKS (2 kursi)?

Ria Norsan adalah Ketua Pembina Partai Golkar Kalbar, di DPRD Kalbar – Golkar  mengantongi 9 kursi, kurang 4 kursi lagi untuk menyamai PDI-P yang 13 kursi atau 20% dari 65 kursi tersedia sebagai persyaratan peraturan KPU.

Sementara itu PDI-P – sang pemborong kursi di dewan provinsi ini, Lasarus tenang-tenang saja dengan kursi terbanyak yang dikuasai pada Pileg 2024 lalu.

Bak dongeng Sang Bangau yangsaling salah-menyalahkan, kontra isunya Lasarus yang Ketua DPD PDI-P Kalbar siap menerima Ria Norsan untuk menjadi bacawagub Kalbar 2024-2029.

Apa iya begitu? Sedangkan Lasarus bukan politisi kaleng-kaleng, apa mungkin menjadikan Ria Norsan sebagai kuda hitam? Tentunya beringin tak rela tumbang.

Bagaimana dengan bacagub-bacawagub Muda Mahendrawan – Suryanto Tanjung yang juga siap berkontestasi untuk KB 1 2024-2029?

Saya hanya ingin mengingatkan apa yang tersurat dan tersirat pada permohonan terbuka pendakwah Buya Zulfan Zet Abdurahman Afan, supaya mantan Bupati Kubu Raya itu jangan dululah maju sebagai gubernur. Semata-mata untuk kepentingan umat, untuk kepentingan kita semua dunia dan akhirat.***

Mempawah,Ahad(10-08-2024)

Comments
Loading...