Banner Event

Kiyai Muda ini Ternyata ‘Budak Pontianak’ Juga

Hikmah Jumat

ADA khatib atau ustadz lain bernama sama, Anas,  yang biasa menyampaikan khotbah atau kajian-kajian islami di berbagai masjid di Pontianak, tapi khatib atau ustadz Anas yang satu ini memang terasa asing.

Diperkenalkan dengan nama dan gelar kesarjanaan yang disandangnya, Haji Anas Al-Hifni DR, MS.E, MS.I, aksiborneo menelusurinya.

Tampil sederhana dengan khotbah tersetruktur tanpa teks, ternyata dia bukan orang lain, masih orang Pontianak juga, atau kalau memakai istilah Melayu Pontianak, masih budak kite.

Terlahir dengan nama Anas, 10 Januari 1991, di Parit Surabaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Anas kecil dibesarkan di lingkungan pondok pesantren orangtuanya, pondok pesantren Abdussalam, Desa Pasak, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, hanya beberapa kilometer dari kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat.

Sayang redaksi tak sempat mengetahui siapa nama kedua orang tuanya, hanya sedikit tentang latar belakang pendidikan tingginya. Keberadaannya di Pontianak pun hanya beberapa hari sebagai pulang kampung di Sungai Ambawang, dan berkesempatan tampil di ‘Darul Muttaqien’.

Selanjutnya Anas Al Hifni balik ke alamat tempat tinggal mertuanya Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.

Bersama isterinya, DR.Hj.Biyati Ahwarumi, SE., M.Ak, bersama mertua ikut membina di bidang pendidikan Ponpes Sunan Drajat, dan pengembangannya melalui Ekonomi Syariah.

Anas Al-Hifni yang juga dikenal sebagai Kiyai Anas dan Bu Nyai Biyati, kini telah dikaruniai dua putra, Akrom Al-Hifni, dan Abror Alhifni.

Kiayai Anas sendiri, menjalani masa kecilnya sampai sekarang hobi membaca dan menghafal (Qur’an/Hadizt), dengan makanan kesukaannya kurma ajwarutop.

Ada pun disertasi doctoralnya di Universitas Airlangga (2018), Surabaya, adalah Model Pemberdayaan Ekonomi Terpadu Pondok Pesantren Pedesaan Melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah.

Sekilas, tujuan penelitiannya untuk meraih gelar doctoralnya dengan hasil cumloude, adalah untuk mengetahui model pemberdayaan ekonomi existing di Pondok Pesantren Abdussalam, dan membuat usulan model pemberdayaan ekonomi Pondok Pesantren terpadu melalui lembaga keuangan micro Syariah.***

Anas Al Hifni di Masjid Darul Muttaqien Pontianak: Ajak Menghayati Amalan Hati

Comments
Loading...