AKSIBORNEO – “Dua bulan lamanya keluarga pemilik toko roti Lindayes Patisserie & Coffe di Cakung, Jakarta Timur, merasa aman-aman saja dari perbuatan kejam putera mereka, Geogore Sugama Halim.”
PERBUATAN berutal GS Lim, salah satu anak Linda Pantjawati – owner toko roti tersebut, tak dapat mereka sembunyikan lagi. Video peristiwa dua bulan sebelumnya, 17 Oktober 2024, kemudian melejit viral di media sosial.
Lim (35) menganiaya pegawai perempuan Lindayes Patisserie & Coffe, Dwi Ayu Dharmawati (19). Toko roti Lindayes ini milik ibunya, Linda Pantjawati.
Pasca viral, toko roti Lindayes Patisserie di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur dan cabangnya di Kelapa Gading, langsung sepi, sempat pula digeruduk sejumlah orang dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). FSFM mengingatkan agar semua pihak tidak semena-mena terhadap pegawainya lebih-lebih pekerja wanita.
Sejak awal kejadian penganiayaan, beberapa pegawai Lindayes juga resign alias mengundurkan diri, bukan hanya karena toleran tapi juga akibat Bos Linda suka menahan-nahan gaji pegawai. Korban sendiri sempat tiga bulan gajinya tak dibayar.
Linda Pantjawati kini nampak seperti lebih tua dari usianya, pasca GS Lim ditangkap polisi, sang anak yang menganiaya Dwi Ayu pegawainya. Kerut-kerut diwajahnya menggambarkan hal itu.
Toko Roti Lindayes Patisserie & Coffe kini terancam bangkrut karena sepi terus. Ditambah lagi desakan dari warga net supaya toko roti Lindayes di Cakung, Jakarta Timur dan grainya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dicabut izin usahanya.*vivi
Artikel terkait sebelumnya : Dulu Garang Ngaku Kebal Hukum, Sekarang Nangis Takut Dihukum
