Banner Event

Ustadz Andi Irfan: Sebelum Sholat Tarawih, Jangan Tinggalkan Hal yang Satu ini

RAHASIA dimaksud antara lain tentang Puasa dan Niatnya, dan Hubungan Puasa dengan Kesehatan.

*Ustadz Andi Irfan di Masjid Darul Muttaqien: *Puasa Tanpa Niat Tidak Sah

*Ustadz Andi Irfan : Dahsyatnya Puasa bagi Kesehatan

Mengawali ceramahnya di subuh hari itu, Ustadz Andi Irfan mengungkap salah satu rahasia di balik Sholat Tarawih.

“Saya ingin menyampaikan ada beberapa yang sering saya lihat”, ucapnya.

Ketika seseorang selesai mengerjakan sholat Isya, kata Andi Irfan, mereka tidak lagi menyempurnakan dengan ibadah ba’diyah, tapi kemudian bilal langsung mengumandangkan Assalatu Tarawih Jamiah Rahimullah, mereka pun langsung berdiri untuk melaksanakan sholat tarawih.

Maka ingin saya sampaikan, bahwa suatu kerugian yang besar jikalau seseorang hanya mementingkan tarawih, tapi tidak mempedulikan ba’diyah Isya. Karena, sunnah muakkadah punya tingkatan dan derajat yang lebih tinggi daripada sunnah ghairu muakadah.

Sunnah Muakkadah, Nabi mengatakan, ia tidak pernah meninggalkan (sampai akhir hayatmya), dan  ia mengatakan, sunnah ini kewajiban bagiku dan sunnah bagiku. Nah, itulah sebabnya mengapa kita mesti menyempurnakan. Tentunya yang petama, kita mengikuti cara dan contoh Baginda Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam.

Yang kedua, tentunya kita mengharap pahala dari Allah SWT. Kata ulama, kabliyah dan ba’diyah adalah penyempurna kekurangan dari salat wajib. Sampai-sampai ulama mengatakan, bahwa jikalau engkau telah mengkodha salatmu yang selama ini tidak pernah engkau kerjakan dan seingatmu, maka kabliyah – ba’diyah jangan engkau tinggalkan –  karena berguna menyempurnakan salat wajib.

Apa fadilah dan keutamaannya, bahwa kata Baginda Nabi, salat ba’diyah Isya itu pahalanya seperti engkau berdiri di malam hari salat ketika malam lailatulqadar.

Sampai-sampai Imam Malik mengatakan jika engkau tidak dan sulit untuk pergi  ibadah malam lailatul kadar, maka sempurnakanlah dengan salat isya berjamaah diiringi salat ba’diyah – kabliyah. Menjadi bukti untuk mendapatkan lailatulkadar.

“Jadi, jangan kita tinggalkan salat ba’diyah Isya karena bersegera mendirikan salat tarawih. Meski sedikit saja badi’yah Isya itu, hanya dua rakaat, tapi pahalanya cukup besar”, imbuh Ustadz Andi Irfan.

Catatan Redaksi :

Masih banyak lagi amalan sunnah muakkad lainnya yang dapat kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Penting bagi kita untuk memahami dan mengamalkan sunnah-sunnah muakkad ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.

Untuk lebih memahami konsep sunnah muakkad, penting bagi kita untuk mengetahui perbedaannya dengan sunnah ghairu muakkad. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara kedua jenis sunnah tersebut dikutip dari berbagai sumber:

Sunnah muakkad memiliki tingkat penekanan yang lebih kuat dibandingkan dengan sunnah ghairu muakkad. Sunnah muakkad sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara rutin, sedangkan sunnah ghairu muakkad lebih bersifat pilihan.

Sunnah muakkad adalah amalan yang hampir selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan jarang ditinggalkan. Sementara itu, sunnah ghairu muakkad adalah amalan yang kadang-kadang dilakukan dan kadang-kadang ditinggalkan oleh Nabi.

Meninggalkan sunnah muakkad tanpa alasan yang kuat dianggap makruh (tidak disukai) dalam pandangan syariat Islam. Sedangkan meninggalkan sunnah ghairu muakkad tidak sampai pada tingkatan makruh.

Sunnah muakkad umumnya memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar dibandingkan dengan sunnah ghairu muakkad. Hal ini karena sunnah muakkad lebih dekat kedudukannya dengan ibadah wajib.

Contoh sunnah muakkad antara lain shalat rawatib, shalat witir, dan shalat Ied. Sedangkan contoh sunnah ghairu muakkad antara lain shalat Dhuha, puasa Senin-Kamis, dan shalat Tahajud. Pemahaman tentang perbedaan antara sunnah muakkad dan sunnah ghairu muakkad ini penting agar kita dapat memprioritaskan amalan-amalan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dalam syariat Islam. Namun, perlu diingat bahwa kedua jenis sunnah ini tetap memiliki nilai dan keutamaan masing-masing dalam meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT.***

Comments
Loading...