Banner Event

PMI Pontianak Buka Layanan Hotline Service untuk Tingkatkan Ketersediaan Stock Darah

Kebutuhan darah di Kota Pontianak rata-rata 80 120 kantong/hari

AKSIBORNEO – “Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak membuka layanan hotline service untuk meningkatkan ketersediaan stok darah, dengan nomor seluler 08988122571.”

WALIKOTA Pontianak – Edi Rusdi Kamtono yang secara resmi meluncurkan layanan terbaru PMI Kota Pontianak tersebut, berharap dengan diresmikannya hotline sevice UUD PMI ini, bisa meningkatkan jumlah ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Apalag, ungkap Edi Kamtono, data para pendonor sudah ada di PMI Kota Pontianak ini, baik yang sudah pernah mendonorkan darahnya secara rutin, maupun baru kali pertama mendonorkan darahnya. Maka, apabila sudah tiba waktunya para pendonor bisa mendonorkan darahnya kembali, mereka langsung mendapat informasi dari layanan ini.

 “Ataupun jika suatu saat ada yang membutuhkan golongan darah tertentu, mereka bisa dihubungi sehingga lebih mudah dan cepat,” ujarnya saat meresmikan layanan hotline service itu di halaman Kantor PMI Kota Pontianak di Jalan Ahmad Yani I, Rabu (23/2-2022).

Meski di tengah pandemi, lanjut Edi, jumlah kunjungan orang yang mendonorkan darahnya sudah mulai berangsur normal. Sudah banyak pendonor rutin yang mulai kembali mendonorkan darahnya. Rata-rata kebutuhan darah di Kota Pontianak antara 80 hingga 120 kantong per hari.

Selain peluncuran layanan hotline service tersebut, juga digelar donor darah massal di tempat yang sama. Edi Kamtono ikut serta sebagai pendonor sebagaimana dilakukannnya pada tiap kegiatan serupa di lokasi yang berbeda.

 “Mudah-mudahan dengan kegiatan donor darah ini stock darah PMI Kota Pontianak tercukupi untuk melayani warga Kota Pontianak,” harapnya.

Bila dilihat dari data pendonor, lanjut Edi, semestinya ketersediaan stock darah di Kota Pontianak menyukupi. Namun saat-saat tertentu memang terjadi kekurangan,  terutama golongan-golongan darah tertentu.

Oleh sebab itu di tengah pandemi Covid-19 dan era digital, dirinya meminta PMI harus bisa memberikan pelayanan informasi dan kepastian bagi para pendonor yang sudah rutin untuk selalu diingatkan berdonor kembali, tidak hanya lewat sms tetapi mungkin media sosial atau informasi-informasi yang bisa langsung diketahui oleh pendonor.

“Saya berharap para pengurus PMI Kota Pontianak terus berinovasi dalam mendapatkan pendonor yang sudah tercatat datanya agar bisa datang kembali mendonorkan darahnya,” tutupnya***.

Comments
Loading...