Banner Event

Malam Nisfu Sya’ban 1443H di Kota Pontianak (2): Hakikat Membaca Suratul Yasin 3 Kali

AKSIBORNEO

“Sebelumnya, AB telah menyajikan seputar kegiatan Malam Nisfu Syaban, Kamis (17 Maret 2022) malam di Masjid Darul Muttaqien Kota Pontianak, Kalimatan Barat. Berikut redaksi sampaikan hakikat membaca suratul yasin sebanyak tiga kali di malam Nisfu Syaban.”

MELANSIR Pikiran Rakyat Depok yang ditulis Annisa.Fauziah, 17 Maret 2022, umat Islam  menyambut malam Nisfu Syaban yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 18 Maret 2022.

Kamis, (17 Maret 2022) malam, adalah Malam Nisfu Syaban yang merupakan malam penuh berkah dan pengampunan. Pada malam Nisfu Syaban ini, Allah SWT membuka pintu pengampunan bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh memohon ampun.

.Terdapat banyak amalan yang bisa dilakukan di malam penuh berkah ini, seperti berpuasa, bersedekah, salat Nisfu Syaban serta membaca Surat Yasin.

Lalu, bagaimana cara membaca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban? Berikut ini adalah tata cara membaca Surat Yasin 3 kali pada malam Nisfu Syaban.

Usai melaksanakan salat Maghrib berjamaah dan wirid, lanjutkan dengan melaksanakan salat sunah ba’diyah maghrib sebanyak dua rakaat.

Pembacaan Surat Yasin 3 kali dilakukan dengan beberapa niat, di antaranya sebagai berikut:

1. Membaca Surat Yasin dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diberikan umur yang panjang, kesehatan, serta selalu istiqamah dalam beribadah dan berbuat baik.

2. Membaca Surat Yasin dengan niat meminta kepada Allah SWT agar terlindung dari segala macam bahaya, fitnah, dan musibah, berharap diri kita dan keluarga selalu dijauhkan dari bala, dan mendapatkan keluasan rizki yang halal dan berkah.

3. Membaca Surat Yasin dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diberikan ketetapan iman dan Islam hingga ajal menjemput.

Setelah selesai membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan doa Nisfu Syaban.

 (Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal khaifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin).

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.” *AB/PR-Depok

Comments
Loading...