AKSIBORNEO
“Peringatan Nisfu Syaban tahun ini, 1443H, terlihat makin semarak pasca Surat Edaran (SE) Meteri Agama Yaqut Kholil No.5/2022. SE Menag yang salah satunya mengatur volume pengeras suara masjid/surau yang kontroversial dan jaga jarak dengan alasan pandemi Corona masih menggoda.”
AKSI atur-mengatur volume suara Toa itu nampaknya tidak punya ‘nilai jual’. Faktanya menurut beberapa anggota jamaah pada beberapa masjid di Kota Pontianak (ibukota Prov. Kalbar) menyampaikan kepada AksiBorneo, malah makin meriah dan suara Toa makin menggema, tak mengurangi semangat kebersamaan dalam tauhid, ‘rapatkan saf dan luruskan’.
Seperti biasa, banyak juga warga yang menyelenggarakan di kediaman masing-masing, berjamaah bersama sanak famili, kerabat dan sahabat di bawah bimbingan ustadz, kiyai, atau habaib yang faham makna.
Tercatat hingga saat ini, Pontianak yang dihuni sekitar 642.500 penduduk – punya 335 masjid dan surau, 98% berjamaah nahdiyin – ahlil sunnah wal jamaah.
Salah satunya, Masjid Darul Muttaqien yang berlokasi di Jalan Tabrani Akhmad, Pontianak Barat, masih seperti yang dulu, Nisfu Syaban tahun ini yang bertepatan dengan Jumat (18/3-2022), diperingati pada Kamis malam (17/3-2022) dengan tiga kali pembacaan suratul Yasin dan doa Nisfu Syaban, diikuti muslimin dan muslimah.
Acara sakral tersebut dipimpin oleh 3 diantara 4 imam tetapnya, H Ruslan, H M.Amin, dan Rusli Abdurakhman, ba’da magrib.
Sudah menjadi tradisi, berharap berkah pahala dan ampunan dosa dari Allah SWT, banyak jamaah membawa wadah terbuka berisi air minum.
Ba’da Isya, Imam Rusli menutup kegiatan dengan shalat tasbih berjamaah.***
