AKSIBORNEO – “Jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha 1445 Hijriah, secara nasional, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran), menjamin ketersediaan hewan kurban aman dan mencukupi.”
BERDASARKAN data Direktortar Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), secara nasional, kebutuhan hewan kurban berada pada angka 1,97 juta ekor, dengan ketersediaannya yang mencapai 2,06 juta ekor, maka ketersediaan hewan kurban tahun ini berpotensi surplus hingga 88 ribu ekor.
Berdasarkan data tersebut, Mentan Amran memastikan jumlah ketersediaan hewan kurban baik Sapi, Kerbau, Kambing maupun Domba untuk memenuhi kebutuhan nasional sangat mencukupi bahkan surplus.
“Persiapan kurban Insyaallah aman, cukup sampai kita Idul Adha nanti, saya sudah terima laporannya, dan aman, jumlahnya sangat cukup”, ungkap Mentan Amran.
Bagaimana dengan Kalimantan Barat? Kondisinya sama, aman-aman saja bahkan surplus. Untuk hewan qurban, kambing, menarik untuk menjadi catatan khusus, karena pedagang atau penjual kambing langka adanya dibandingkan dengan peternakan sapi yang sudah diketahui pasti keberadaan lokasi peternakan mereka.
Untuk pasaran bebas daging sapi dapat ditemui di pasar-pasar tradisional dengan meja-meja lapak penjualan daging sapi. Sedangkan kambing, tidak ada tempat penjualan bebasnya, kiloan. Hanya dapat dibeli di alamat atau tempat pemeliharaan kambing.
Diantara beberapa peternak atau pemasok kambing yang ada di Kota Pontianak, tersebutlah Habib Fu’ad Akhmad Alkaf yang sejak beberapa tahun terakhir meneruskan usaha abahnya, Akhmad Alkaf, pensiunan PNS.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, jelang Idul Adha 1445 H yang bertepatan dengan 17 Juni 2024, Habib Fuad – demikian ia biasa disapa, nampak sumringah ketika ditemui AksiBorneo, Ahad (9/5-2024), di kandang kambing peternakannya di belakang rumahnya, di Jl.Sungai Landak Timur RT 003/RW 005 No.9 (depan bundaran ke-2) Kelurahan Saigon/Perumnas IV – Pontianak Timur,
Tahun ini dia dapat memasok 400 ekor kambing dari beberapa kabupaten di Jawa Timur sejak pekan lalu. Bahkan sekarang atau sepekan jelang Idul Adha 1445 H ini, sudah lebih dari 150 ekor dibeli atau dipesan oleh para pekurban.
Ternak qurban pasokannya itu oleh instansi terkait telah dinyatakan sehat dan layak. Ia pun mengaku, kambing-kambing pasokannya ia pasok dari berbagai kabupaten di Jawa Timur lewat Kalsel.
“Kambing-kambing ana (saya) sudah diperiksa oleh Dinas Peternakan Kalbar dan dinyatakan sehat dan layak sebagai hewan kurban tahun ini,” katanya.
Menurut Habib Fu’ad, bisnis hewan ternak kambing, merupakan berkah tahunan tiap menjelang Idul Adha atau Idul Fitri. Sebab, katanya, di hari-hari biasa kalau laku terjual 10 ekor saja per-bulan sudah bersyukur, misalnya untuk acara akikahan dan sebagainya.
Dia menyebut tak ada kenaikan harga yang dipatoknya, masih harga lama mengingat daya beli masyarakat yang rendah dewasa ini, antara Rp.2 juta – Rp.4juta/ekor tergantung ukuran besar kecil atau beratnya kambing.
Sedangkan untuk kebutuhan lain-lain, Fuad menyebut Rp180ribu – Rp.200ribu/kilo yang dia sendiri melakukan penyembelihannya.
Sebagai perbandingan di pasaran untuk daging sapi, dewasa ini Rp.150ribu. Menjelang H-2 Idul Adha diperkirakan akan menyapai Rp.160ribu – Rp.170ribu/kilo.
Sudah berlaku umum, pada H-3 s/d H-1 Idul Adha, para pemasok kambing akan memasarkan kambing-kambing di tempat-tempat terbuka di 6 kecamatan yang ada di kota Pontianak.
Fuad menjamin kambing-kambing yang dipasoknya memenuhi syarat syariat termasuk pada segi kesehatannya.
Dia pun tak lupa menitipkan nomor Hpnya bagi peminat, +62 823 5325 0070.***
