AKSIBORNEO – “Dunia hiburan dan politik sekaligus akademisi, dikejutkan oleh kabar duka yang datang tiba-tiba, bahwa Marissa Haque – isteri Ikang Fawzie telah tiada.”
BETAPA tidak mengejutkan, tak ada kabar-berita sebelumnya kalau Marissa sakit atau tanda-tanda gejala penyakit, semisal pernafasan atau maag dan sebagainya, tahu-tahu maut telah datang menjemputnya, Rabu (2 Oktober 2024) dinihari sekira jam 00.50 WIB.
Namun Marissa dibawa ke RS Premier Bintaro, Jakarta Selatan pada jam 02.00 dinihari untuk memastikan penyebab meninggalnya yang diketahui tidak punya gejala penyakit apa pun.
Dokter spesialis jantung – dr.Vito A.Damay SpJP (K) menyebutkan, sejam lebih sebelumnya, persisnya sekitar jam 00.50 WIB Marissa sebenarnya telah tiada terkait dengan masalah jantung.
Kabar duka pertama kali disampaikan salah satu putri Marissa, Chiki Fawzi melalui unggahan di akun media sosial Instagram.
“Telah berpulang ke rahmatullah ibu Marissa, ibu saya,” tulis Chiki Fawzi anak bungsu Ikang Fawzi di akun Instagram pribadinya. Sementara Isabella Fawzi kakaknya, di instagram pribadinya membagikan kabar duka itu dengan caption yang juga meminta doa atas kepergian sang ibu; “Ya Allah ampunilah dosa2 Ibuku dan terimalah semua amal2 baiknya di SisiMu.. Mohon doanya untuk Ibu saya yang tercantik di dunia.. Ya Allah sayangi Ibu saya.. berikan tempat terbaik Di SisiMu,” tulisnya (@bellafawzi_).
Marissa Grace Haque, kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada 15 Oktober 1962, meninggal dunia 13 hari sebelum hari ulang tahun ke-62. Menikah dengan penyanyi/roker Ikang Fawzi pada 3 Juli 1986. Pasangan aktris dak aktor tahun 80han – 90han ini dikaruniai dua orang putri, Isabella Muliawati Fawzi dan Chikita Fawzi.
Diantara kalangan selebritis dan tokoh yang melayat di rumah duka, tulis wartawan/kontributor AksiBorneo, Wilmar Hadi, nampak ada juga Anies Baswedan – eks Gubernur DKI Jakarta dan isteri, Fery Farhati, terlihat juga ada Rano Karno – aktor yang kini bakal calon wakil gubernur DKI 2024-2029.
Ikang Fawzi nampak dalam duka yang mendalam, terpukul atas kepergian mendadak isteri tercinta, memeluk Anies Baswedan, menangis tersedu sedan.
Kepergian isteri tercinta merupakan pukulan berat bagi Ikang Fawzi, baru kemarin masih segar dan mempersiapkan materi untuknya mengajar sebagai seorang dosen.
Menurut Adi MS, salah seorang sahabat Ikang Fawzi, ada 4 kali sahabatnya ini lunglai tak sadarkan diri.
Marissa Haque bukan hanya seorang artis filem, tapi juga politisi dan akademisi. Pernah menjadi anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP, kemudian pernah di PPP dan PAN.
Anies Baswedan bercerita, akrab dengan Marissa Haque, kala dirinya dan isteri – Fery Farhati sempat menempuh pendidikan tingkat doctoral di Amerika Serikat bersama Marissa Haque (1997). Sebagai sesama orang jauh mereka akrab sampai pulang ke tanah air dan bertemu keluarga.
Mulai dari sanalah Anies dan isteri mengenal Marissa Haque, sempat beberapa kali berinteraksi bersama. Terlebih Anies dan Chikita Fawzi, anak bungsu Marissa Haque pernah bekerja sama selama satu tahun terakhir.
Kedekatan antara kedua keluarga antara Anies Baswedan-Fery Farhati dengan Marissa Haque-Ikang Fawzi sebagai sesama mahasiswa S-3 di Amerika, membuat mereka akrab seperti saudara sendiri.
Tak heran jika terlihat Ikang Fawzi nyaris pingsan lagi dalam pelukan Abah Anies Baswedan. Anies pun memberi penguatan dengan doa kepada Ikang Fawzi agar tabah dan ihlas.
Anies Baswedan menyebut mendiang Marissa Haque merupakan artis dan aktris, politisi dan akademisi yang inspiratif dan pintar. Almarhumah sosialisasinya cukup tinggi untuk kemaslahatan orang banyak.
“Inalillahi wa inailaihi rajiun. Semoga Allah tinggikan derajatnya di sisiNYA sesuai dengan amal perbuatannya semasa hidup. Diampuni semua khilaf dan dosanya, dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan dalam melewati situasi berat ini,” doa Anies di rumah duka di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (2 Oktober 2024).
Almarhumah dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir ba’da Ashar, setelah disalatkan di masjid terdekat.
Cerita puteri bungsu almarhumah, Chikita, dulu ibunya pernah minta, jika terjadi sesuatu pada dirinya (meninggal), dimakamkan di Tanah Kusir saja.
Dengan seabreg gelar kesarjaan yang ditempuhnya, sampai akhir hayatnya Marissa Haque masih aktif menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE IBS), Kemang, Jakarta Selatan.*
Editor: Effendy Asmara Zola
