AKSIBORNEO, PONTIANAK – “Kebutuhan utama pelengkap selera kearifan lokal penyemarak meja makan di hari lebaran, yaitu ketupat atau lontong sayur berupa daging ternak mengalami kenaikan harga drastis.”
SEPERTI diprediksi pada jelang awal puasa Ramadhan 1443H ini, harga bahan pokok penyemarak hidangan di hari Idul Fitri atau lebaran, yaitu daging sapi/kambing dan ayam bakal mengalami kenaikan harga drastis.
Harga daging sapi yang selama sekitar 4 – 5 tahun berjalan anteng di harga Rp.135,000/kg, melonjak menjadi Rp.150,000/kg mulai H-3 lebaran, bahkan ada yang menjual Rp.160,000/kg di lapak-lapak di luar pasar khusus daging sapi, di beberapa titik pinggir jalan dalam kota.
*Baca juga artikel terkait sebelumnya; klik di sini
Sementara harga hati sapi setara dengan harga dagingnya yang Rp.150,000/kg, tulang Rp.120,000/kg.
Tak kalah dengan harga daging sapi yang ketika masih anteng Rp.135,000/kg dan daging kambing Rp.160,000/kg, menyongsong Idul Fitri 1 Syawal 1443H, Senin (2 Februari 2022), meroket dengan harga Rp.180,000/kg menyebar di beberapa titik lokasi di pinggir jalan dalam kota.
Seorang penjual daging sapi di pasar resmi di Pontianak mengatakan, stock cukup. Namun karena dua tahun pasaran daging sepi akibat PPKM. Kemudian kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng, lalu kenaikan harga BBM juga berperan penting mempengaruhi sektor harga perdagingan.*
