
AKSIBORNEO – “Tiada yang pantas dan tepat keluar dari lisan kita pada hari penuh kemulian dan keberkahan serta penuh kegembiraan di hari raya Iedul Fitri, selain kita sampaikan rasa syukur Alhamdulilah atas nikmat-nikmat Allah SWT yang begitu besar.”
DEMIKIAN hal tersebut disampaikan oleh Ustadz M.Amin mengawali hotbah Salat Iedul Fitri 1 Syawal 1444H di masjid Darulmuttaqien yang berkapasitas full sekitar 450 jamaah itu, Sabtu (22 April 2023) pagi.
Dipetik dari hotbahnya selama lk 25 menit tanpa teks, Khatib M.Amin mengatakan antara lain, nikmat paling besar dan utama yang Allah SWT berikan dan patut kita syukuri adalah nikmat iman, nikmat islam, serta nikmat kesehatan, sehingga kita mampu berkumpul dan bersatu melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darul Muttaqien yang penuh berkah ini.
Kita berharap dan memohon kepada Allah SWT, mudah-mudahan Allah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan kehidupan kita di dunia ini, tetapi juga membawa manfaat di kehidupan di akhirat kelak.
“Itulah memang konsep Islam sebenarnya,” ujarnya.
Allahumma Sali wa Salim ala Sayidina wa Maulana Muhammad wa ala ahlihi wa sahbihi ajmain.
Mudah-mudahan dengan banyaknya ucapan salawat yang kita lantunkan selama bulan Ramadan, kita mendapatkan safaat di yaumil kiamah nanti, yang pada hari itu safaat Rasulullah SAW memang kita tunggu-tunggu.
“Olehkarena itu, dengan semangat dan manfaat Ramadan, mari kita bersama-sama meningkatkan kwalitas iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT”, ajaknya.
Hal ini, ungkap Ustadz Amin, memang sudah difirmankan Allah SWT dalam Alqur’an surah Albakarah ayat 185; …. wa litukabbirullha ala ma hadakum wa’allakum tasykurun, maka sempurnakanlah puasamu.
Allah ingin mengatakan kepada kita semua tentang kesempurnaan puasa, lakukan ibadah puasa dengan ihlas, lakukan salat dengan sempurna serta kiyamulail, mengaji Alqur’an sebanyak-banyaknya selama bulan Ramadan dengan ihlas lillahi ta’ala.
Kemudian setelah itu, bertakbirlah sebagai ungkapan rasa syukur atas taufik dan hidayah yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama bulan Ramadan.
“Jika kita pahami, ayat ini merupakan pukulan telak bagi kita, Allah sengaja menyindir kita agar jangan mengagungkanNYA hanya di bulan Ramadan, jangan hanya bersemangat di bulan Ramadan, tapi besarkanlah selalu DIA di bulan-bulan lainnya setelah bulan Ramadhan”, ungkap Ustadz Amin.
“Ramadan yang baru saja usai kita jalani berpuasa sebulan penuh, sesungguhnya merupakan bulan pendidikan, bulan tarbiyah, untuk melatih diri kita meningkatkan iman dan ketaqwaan kita. Hanya dengan iman dan taqwa inilah hidup kita menjadi mulia, sehingga mampu mengantarkan diri masing-masing menuju Iedul Fitri, yaitu kembali bersih hati kita”, tuturnya.
“Lantunan takbir, tahmid, tasbih, dan taklim, yang bersahut-sahutan antar masjid, surau dan bahkan dari rumah ke rumah, bak simponi yang sangat indah menggema di ruang angkasa, mengetarkan hati meraga sukma dengan penuh ihlas karena Allah SWT,” imbuh Ustadz M.Amin SPd.I yang merupakan salah satu imam masjid Darul Muttaqien sendiri yang berlokasi di Jalan Tabrani Akhmad, Pontianak Barat.***
Artikel terkait :
Ustadz Sardiawan Umar: Wahai Pak Gubernur Sutarmidji dan Rianorsan, Berbaikanlah!
