AKSIBORNEO – “Diketahui, waktu berkampanye di Pontianak, pagi harinya Capres 01 Anies Baswedan lebih dahulu menyambangi para pedagang di Pasar Flamboyan pada Selasa (26 Desember 2023).”
PASAR Flamboyan adalahpasar tradisionilterbesar dan tertua di ibukota Prov. Kalimantan Barat ini. Di atas lahan seluas hampir 2 ha, pasar yang sudah mengalami 3 kali renovasi sejak berdirinya di awal ‘80an tersebut, selalu ramai dikunjungi para pembelanja kebutuhan pokok sehari-hari terutama dari kalangan emak-emak.
Tak cuma berdialog dengan para pedagang dan pengunjung di situ, Anies juga sempat membeli tempoyak dan ikan basah buat oleh-oleh. Tak diketahui apa jenis ikan basah yang dibeli, karena berjubelnya orang ramai yang mengerumuni Anies.
Apa Sih Tempoyak ?
Bagi orang luar daerah Kalimantan dan Sumatera khususnya Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu atau Lampung dan sekitarnya, nama “tempoyak” tentu terdengar asing.
Namun tempoyak merupakan bahan kuliner khas daerah penghasil durian, apalagi jika terjadi surplus durian, maka tempoyak adalah solusi untuk mengatasi melimpahnya durian agar tidak mubazir.
Tempoyak memang berasal terbuat dari buah durian, apalagi buahnya melimpah di musim durian antara September – Desember.
Durian atau yang biasa juga disebut duren (Durio Zibetbinus), merupakan tanaman atau buah daerah tropis dan hanya ada di Asia Tenggara. Di Indonesia, Kalimantan Barat merupakan limpahan rakhmat yang tak luput dari tumbuhan durian dari kota sampai ke desa-desa.Hampir seluruh kabupaten di antara 14 kabupaten kota di Kalbar adalah penghasil Durian.
Daerah lain penghasil durian al. Sumsel, Jambi, Bengkulu. Di belahan lain Asia tenggara; Thailan, Mindano (Filipina), Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Srilangka, juga Queensland – Australia.
Durian tidak hanya lezat dimakan buahnya, tapi bisa dibuat beragam penganan – seperti kolak yang dicampur durian, Lempok (sejenis dodol), atau tempoyak yang oleh Capres 01 Anies Baswedan dijadikan oleh-oleh baru-baru ini.
TEMPOYAK adalah buah durian segar yang diasamkan (difermentasi) sebagai lauk makan nasi. Keliru jika ada dugaan orang luar Kalimantan dan Sumsel beranggapan, bahwa Tempoyak berasal dari buah durian busuk.
Buah durian diadon dan diberi garam sekadarnya lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang ditutup rapat. Biasanya di simpan di dalam tempayan yang sudah dilapisi daun pisang.
Tiga – lima hari kemudian sudah boleh dinikmati sebagai lauk dengan rasanya yang asam-asam manis. Boleh dimasukkan cabe rawit sebagai pemedas waktu dihidangkan.
Jika tak suka pada tingkat keasamannya, boleh diadukkan gula pasir pada awal pengadonan atau setelah jadi dengan perbandingan 1 : ¼ bagian gula atau sesuai selera.
Tempoyak biasa juga digoreng dicampur cabe, disebut sambal tempoyak. Atau sambal udang yang dimasak dengan tempoyak, atau asam pedas ikan yang diberi adonan tempoyak.
Di musim panen raya durian di Kalimantan Barat dewasa ini, harga durian bisa melorot jauh antara Rp.15ribu – Rp.5ribu saja. Sedangkan di musim-musim langka, harga durian bisa menyapai antara Rp.25ribu – Rp.40rbu/buah. Sementara harga tempoyak bertahan antara Rp.50ribu – Rp.70ribu/kg.
Namun mesti waspada, ada juga pedagang yang nakal, membuat tempoyak dicampur dengan pisang demi keuntungan lebih.
Tempoyak punya daya tahan berbulan-bulan karena proses fermentasinya, apalagi bila dimasukkan atau disimpan di kulkas. Tanya Pak Anies deh, cita rasa lezatnya tempoyak yang bisa menambah selera makan.*
Baca juga :
Kampanye di Pontianak Tanpa Nasi Kotak, Dukung Anies Lillahi Taala
Anies Baswedan Kaget, Harga-harga di Pasar Flamboyan Pontianak Murah Sekali
