Banner Event

Polda Kalbar Gerebeg Kampung Beting, Puluhan Komputer Judi Online dan Sabu Disita  

AKSI penggerebegan oleh Tim Gabungan Polda Kalbar tersebut, kali pertama dikukan pada hari Kamis (31 Oktober 2024), disusul aksi kedua pada hari Rabu (6 Oktober 2024).

Pada giat pertama, polisi menemukan puluhan komputer yang siap operasi pemakaian diduga digunakan untuk judi online (judol), ditemukan juga narkoba jenis sabu, serta bong (alat isap sabu) dari rumah warga.

AKBP Sri Sulasmini, Kepala Bagian BinOps Ditresnarkoba Polda Kalbar, AKBP Sri Sulasmini, didampingi Para Kasubdit 1, 2, dan 3 Ditresnarkoba Polda Kalbar, menjelaskan bahwa razia kali ini menyasar tiga lokasi berbeda.

“Yang kita periksa ada tiga titik, dan saat kita lakukan razia semua berjalan lancar, aman, dan kondusif. Sedangkan untuk para pelaku kabur saat kita mendatangi lokasi, mereka lari semua, sehingga saat kita ke lokasi, sudah tidak ada,” ujar AKBP Sri.

Razia gabungan ini, tuturnya, dilakukan sebagai langkah menindaklanjuti instruksi dari Presiden terkait pemberantasan narkoba dan peredaran gelap narkotika, sebagai upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Razia ini merupakan tindak lanjut program dari Presiden, di antaranya yakni untuk memberantas Narkoba, perdagangan orang, lalu Judi Online, korupsi, serta tentang pangan,” tambahnya.

Operasi serupa, kembali digelar pada hari Rabu (6 November 2024), cukup mengejutkan warga Kampung Beting dan sekitar, karena tak menyangka baru sepekan sebelumnya kampung mereka digeruduk polisi.

Dir.Serse Narkoba Polda Kalbar AKBP Sri Sulasmini, selaku Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Kalbar mengatakan, razia ini merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung Program Asta Cita dari Pemerintah.

“Oleh sebab itu kami akan terus melaksanakan razia, sebagai upaya pencegahan peredaran gelap narkoba dan perjudian khususnya yang ada di wilayah hukum Polda Kalbar,” ujarnya.

“Hal ini diharapkan akan berdampak mempersempit ruang gerak bagi para pelaku tindak kriminal dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ungkap AKBP Sri Sulasmini.

Sri Sulasmi menjelaskan, pada pelaksanaan razia kali kedua ini, personil dibagi menjadi 3 tim, yaitu Tim 1 Gg Angket, Tim 2 Gg Beting Laut dan Gg Daborebo, serta Tim 3 Gang Hawai, dengan 74 personel Ditresnarkoba.

Para personil tersebut terdiri 15 personel Ditreskrimum, 22 personel Satbrimob, 3 personel Bidpropam, 5 personel Bidhumas, 4 personel BNN Kota Pontianak, juga beberapa awak media ikut serta.

Pada operasi penggeregegan atau razia kali ini, Tim 1 dalam melakukan pmeriksaan rumah di Gang Angket yang diduga merupakan tempat peredaran gelap narkoba dan judi online, mengamankan barang bukti CPU komputer 26 unit, komputer PC 47 unit, keyboard 30 unit, stabilizer 2 unit, alat isap atau bong 10 unit, timbangan digital 4 unit, pipet 1 kantong dan klip transparan ukuran kecil 1 kantong.

Sementara itu Tim 2 melakukan pemeriksaan rumah di Gg Beting Laut dan Gg Daborebo yang diduga sebagai tempat peredaran gelap narkoba, mengamankan barang bukti 7 unit CPU, 1 unit monitor, 25 alat isap atau bong, 2 unit timbangan silver dan 2 bungkus besar pipet.

Tim 3 melakukan pemeriksaan rumah di Gg Hawai Kelurahan Kampung Dalam Bugis sekitar kawasan Beting, berhasil mengamankan barang bukti  32 alat isap sabu (bong), 1 kantong klip plastik transparan kosong, 4 timbangan digital merk Harnic warna silver, 1 gulung aluminium foil, 2 buah besi slot pintu ukuran 1 meter, 6 buah sendok sabu, 1 kantong plastik korek api gas, 1 boks harga paketan plastik warna biru, 1 set kamera cctv, 2 bungkus sedotan warna putih, 1 buah rak kecil warna pink hitam, 2 kotak pipet kaca, 1 buah buku tabungan BCA.

“Lebih lanjut, Polda Kalbar akan terus berusaha semaksimal mungkin melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba dan perjudian yang saat ini sudah cukup meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Pontianak pada umumnya. Semoga kegiatan ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menyiptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” tutup Sri Sulasmini. 

Pada kedua kali razia narkoba dan judi online tersebut, tim memang tidak mengamankan orang atau pelaku, karena sejumlah orang telah lebih dahulu sempat melarikan diri, beberapa diantarnya ada yang  kabur dengan cara terjun dan berenang di Sungai Kapuas.*

Belasan Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Pontianak Kedapatan Positif Narkoba

Inalillahi wa Inailaihi Rojiun, AKBP Andi Harun: Polisi Jujur dan Bersih

Comments
Loading...