Banner Event

Kisah Pilu Dwi Ayu: Dianiaya Anak Bos Toko Roti, dan Muncul ‘Malaikat Penolong’

SEPERTI diketahui, peristiwa penganiayaan yang dialami Dwi Ayu pada Kamis (17 Oktober 2024) malam, nyaris tenggelam kalau tak diungkit video amatir media sosial pada medio Desember tahun lalu.

Mulai dari laporan yang ditolak dua Polsek, ditipu pengacara yang tak punya hati, sampai akhirnya ditangani Polres Metro Jakarta Timur karena viral hingga menaruh perhatian Komisi III DPR-RI, membawa kasusnya ke gedung parlemen, Selasa (17 Desember 2024).

Nasib Dwi Ayu Dharmawati yang teraniaya memang banyak menjadi sorotan publik,  tak luput disoroti dan menjadi perhatian Henry Kurnia Adhi  alias Jhon LBF, pengusaha asal semarang.

Jhon mengungkap, Dwi Ayu ternyata anak yatim, sang ayah meninggal dunia sejak Dwi masih duduk di kelas 4 SD.

Untuk meneruskan pendidikan Dwi dan seorang kakaknya, ibu Dwi berjualan nasi kuning sampai Dwi dapat menamatkan SLTA dan bekerja di Toko Roti Lindayes di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Tempat bekerja dimana Dwi dilempar pakai kursi besi oleh si anak bos toko roti.

Jaenudin, pengacara yang diperbantukan Jhon LBF untuk mendampingi korban penganiayaan (Dwi Ayu Dharmawati) sampai tuntas di pengadilan, sempat merasa terkejut melihat tempat tinggal Dwi, ibu, dan kakaknya.

“Saya kira gimana juga, cuma bangunan berukuran 3 x 4 meter”, ungkap Jaenudin yang menyampaikan temuannya kepada Jhon.

Dari rumah kecil kontrakan itulah ibunya berjualan nasi kuning menyekolahkan anaknya, dapat bekerja beberapa bulan yang berakhir dengan penganiayaan justeru di tempatnya bekerja.

Jhon merasa miris dengan kondisi dan kegigihan ibu Dwi Ayu menyelesaikan pendidikan puterinya, walaupun tidak mampu untuk sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Kini Jhon LBF yang oleh kalangan warga net menyebutnya ‘malaikat penolong’, telah merekrut Dwi Ayu bekerja di perusahaannya.

Ayu bahkan ditanya bos barunya itu (Jhon LBF) suka bekerja di bagian apa. Karena Ayu lebih suka berhubungan atau berinteraksi dengan orang banyak, maka Jhon menempatkannya di front liner sebagai resepsionis di kantor pusat Hight Five.

Tak hanya sampai di situ kemuliaan hati Jhon, bahkan menawarkan Dwi untuk kuliah sampai selesai.

Mulanya Jhon menyarankan agar Dwi masuk Fakultas Hukum. Tapi Dwi lebih suka di bidang yang banyak angka-angkanya, minatnya di accounting dan perpajakan.

“Ya sudah, tim saya lagi jalan mencari kampus terbaik di Jakarta buat dia kuliah sampai lulus. Mulai dari uang pendaftaran, semesteran, sampai lulus kuliahnya, perusahaan saya yang nanggung”, kata Jhon LBF kepada wartawan medio Desember tahun lalu.*

Laporan Vivi / editor EAZ

Masih Ada Orang Baik Diantara Kita, Ketua Komisi III DPR: Alhamdulillah ya Allah

Comments
Loading...