Banner Event

Pontianak Dikepung Asap, Pemkot Salurkan Air PDAM, Depot Isi Ulang Diserbu Warga

KABUT asap yang masih mengepung kota Pontianak di bawah kemarau panjang sepanjang Juli – Agustus dan memasuki awal September 2026 kini, sudah terasa mengganggu kehidupan warganya diberbagai sektor.

Krisis air bersih merupakan dampak paling mengerikan bagi masyarakat di provinsi ini – yang sudah terbiasa mengonsumsi air hujan dan untuk kebutuhan masak memasak.

Kemarau panjang yang diperparah dengan peristiwa terbakarnya hutan dan lahan (karhutla), baik karena kondisi alami maupun yang sengaja dibakar. Kondisi ini membuat Prokopimkot (Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota) Pontianak,  mengambil langlah-langkah khusus meminimalkan dampak yang menjadi kecemasan warga.

Diketahui, Pemerintah Kota Pontianak memberlakukan pembelajaran daring bagi peserta didik tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP, mulai Senin (10 Agustus 2026) menyusul menurunnya kualitas udara akibat kabut asap Karhutla. Kegiatan sekolah aktif kembali pada Senin (18 Agustus 2026).

Namun, walikota melalui Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Pontianak, kembali meliburkan siswa semua tingkatan mulai Selasa (26 Agustus 26) sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian.

Perpanjangan masa libur kali kedua tersebut mengingat kondisi udara yang terus memburuk.  

Berdasarkan data IQAir pada Jumat (21/8-2026) pukul 13.00 waktu setempat, indeks kualitas udara (AQI) di Pontianak menyapai 244 AQI. Angka ini masuk kategori sangat tidak sehat, yang ditandai dengan warna ungu. Angka yang mendekati kategori beracun di warna ungu tua hingga merah tua, dengan perkiraan angka AQI di atas 300.

Menghadapi kondisi alam tak menentu tersebut, Pemkot Pontianak tak hanya meliburkan sekolah dari kegiatan belajar dan mengajar, juga  menyediakan penyaluaran air bersih melalui PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Khatulistiwa di Jalan Imam Bonjol, dan pada beberapa posko, sejak Sabtu (29 Agustus 2026).

“PDAM sekarang menyiapkan layanan air bersih air tawar, ada di Imam Bonjol  dan Perum Tiga Pontianak Timur.  Ada titik-titik lain yang kami siapkan. Kalau masyarakat perlu air tawar untuk minum, ini gratis,” terang Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Penyaluran air bersih tersebut disebutkan semata-mata untuk kebutuhan rumah-tangga. Bukan untuk kepentingan bisnis.

Namun, air leding PDAM yang mengalir di rumah-rumah warga sebagai pelanggan, sudah terasa payau (agak asin), hanya dapat digunakan untuk kepentingan mandi dan cuci.

Air PDAM kota Pontianak, memang merupakan olahan dari air Sungai Kapuas yang berdampak kadar garamnya bisa meningkat di musim kemarau. walaupun dibantu dari sumber air  Waduk Sungai Penempat di Kabupaten Kubu Raya, puluhan kilometer dari Kota Pontianak.

Sementara itu beberapa depot penyalur air bersih di Kota Pontianak nampak diserbu warga dengan membawa wadah berupa galon.. Antrean panjang ratusan galon air terlihat berjejer menunggu giliran.

Keistimewaan air bersih yang dikenal sebagai ‘air galon’ tersebut adalah bisa langsung diminum tanpa perlu dimasak lagi.

Depot ‘air galon’ yang terlihat paling diminati  warga merupakan Depot Air Bersih berbadan hukum yang dari pantauan Aksi, berpusat di Kota Surabaya dan mempunyai sejumlah cabang di tanah air.

Perusahaan Depot ‘air galon’ tersebut telah beroperasi di Kota Pontianak sejak akhir tahun 2021 tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Kalbar.  Mematok harga Rp.10.000,-/galon sejak beberapa bulan lalu yang awal kehadirannya hanya Rp.7.000,-/galon.

Perusahaan ini diketahui, bisa menyalurkan air gunung antara 20 sampai 28 kubik perhari sepanjang kemarau tahun ini. Hari-hari biasa, paling banyak sekitar 12 -18 kubik saja.

Sementara dari sebuah depot “air galon” yang merupakan usaha perorangan Rp.6.000,-/galon, mengaku sudah beberapa hari tidak beroperasi. Karena katanya, tak punya tangki pengangkut air bersih dari sumbernya, Gunung Peniraman di Kab.Mempawah, lk. 50Km dari Pontianak. Angkutan hanya memakai mobil pikap bermuatan tong-tong air.

Di Peniraman pun penyalur disebut mesti ngantre untuk dibawa dan dipasarkan di derah-daerah kabupaten/kota. Sementara kalangan pemotor pengantar paket mengaku mulai mengalami gangguan pernafasan oleh gangguan asap.

“Mulai batuk-batuk nih Bang, napas terasa sesak. Padahal pakai masker juga nih”,  ungkap salah seorang pengantar paket, Maman kepada AKSI.*

Kualitas Udara di Pontianak Dekati Level ‘Beracun’, Siswa Diliburkan Kembali

Hotspot Karhutla di Kalimantan Tembus 1.487 Titik, Kalbar Terbanyak ke 2. Ini Sebarannya

Titik Panas Kalbar Jadi Perhatian, Presiden Pimpin Langsung Rapat Penanganan Karhutla

Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan Pemerintah Tambah 17 Pesawat Water Bombing

Cuaca Ekstrem, Sekolah di Pontianak Diliburkan Diberlakukan Sistem Daring, Wapada Ispa

Comments
Loading...