AKSIBORNEO – “Bahwa Bripka E itu jago tembak atau sniper awalnya digembar-gemborkan oleh Kombes Budhi Herdi Susianto ketika masih menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan.”
BUDHI menyebut sosok Bharada E merupakan jago tembak di Resimennya., Kamis
“Bahwa Bharada E ini sebagai pelatih ‘vertical rescue’ dan di Resimen Pelopor, dia menjadi tim petembak kelas satu,” katanya, Selasa (12 Juli 2022), atau sehari setelah release peristiwa maut yang menewaskan Bripka J, Jumat (8Juli 2022).
Selain menjadi tim petembak kelas satu di Resimen Pelopor, Budhi juga menyebut Bharada E menjadi pelatih teknik penyelamatan pada medan vertikal atau curam (vertical rescue).
Namun pernyataan 4 hari setelah tewasnya Brigadir J atau Yosua itu terbantahkan sendiri setelah Bripka E atau Elizier diperiksa oleh LPSK.
Wakil Ketua LPSK – Edwin Partogi Pasaribu menegaskan, Bharada E bukan sniper. Baru belajar nembak pada Maret 2022.
“Jadi dia tidak masuk standar itu (sniper), bukan kategori penembak yang mahir,” ujar Edwin, Kamis (4 Agustus 2022) menepis gembar-gembor kalau Bharada E adalah seorang penembak jitu atau sniper.
Baca Artikel terkait : Terbongkar! Bharada E Ternyata Bukan Sniper, Bukan Ajudan Irjen Ferdy Sambo. Lalu Siapakah Dia?
Lalu bagaimana dengan status Brigadir J yang tewas di ujung peluru temannya sendiri – Bripka E, dalam kasus Polisi Tembak Polisi dikediaman atasannya – Irjen Ferdy Sambo?
Sebenarnya Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigadir Yosua telah menepis pernyataan Kombes Budhi Herdi Susianto, di hari yang sama, Selasa (12 Juli 2022).
Dipetik dari tvOnenews.com Sabtu (6 Agustus 2022) pagi, Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat sempat menjelaskan kepada tim tvOnenews, bahwa anaknya yaitu Brigadir J jauh lebih senior daripada Bharada E.
Ia mengungkapkan Brigadir J pernah ditugaskan sebagai sniper di sejumlah daerah rawan di Jambi yakni di Bangko dan Pamenang, Kabupaten Merangin.
Selain itu, Brigadir J juga sempat ditugaskan di wilayah Indonesia Timur yakni di Papua. “Jarak menembak itu antara 5 sampai 7 meter, sedangkan anak saya yang menembak duluan masak tidak kena. Sedangkan anak saya itu jauh lebih senior dari dia. Anak saya ini pendidikan di Brimob, sudah terlatih untuk tembak menembak,” kata Samuel Hutabarat saat diwawancarai tvOne setelah Brigadir J dikebumikan, pada (12/7/2022) lalu.
Brigadir Yosua atau Brigadir J merupakan anggota Polri lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi tahun 2012. Ia pernah ditugaskan sebagai sniper atau penembak jitu di Brimob Polda Jambi selama 3 tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2019, Mabes Polri meminta Brigadir J untuk menjadi ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.*AksiBorneo/TvOnenews
